Logo Bloomberg Technoz

Penjualan Mobil Hingga April 2025 Masih Tersendat

Lisa Listiani
15 May 2025 16:20

Lexus RZ BEV di pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023, JCC Senayan, Jumat (10/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Lexus RZ BEV di pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2023, JCC Senayan, Jumat (10/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketidakpastian ekonomi global terus menekan kinerja penjualan mobil di Indonesia hingga akhir April 2025.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis total penjualan mobil dari Januari hingga April 2025 turun 2,9% secara year-to-date (ytd), menjadi 256.368 unit dibandingkan 264.014 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Merek-merek asal Jepang masih mendominasi pasar otomotif nasional, seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi dan Suzuki. Meski demikian, pabrikan raksasa asal negeri sakura tersebut tak luput dari tekanan perekonomian.


Dari 7 pabrikan Jepang yang masuk dalam 10 besar mobil terlaris di Indonesia hingga April 2024 versi Gaikindo, hanya Toyota yang mencatatkan kenaikan sebesar 5% secara ytd. Merek besar lainnya seperti Daihatsu dan Honda mencatatkan penurunan penjualan yang tajam secara ytd masing-masing sebesar 21% dan 34,9%.

Pengamat Otomotif, Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan bahwa mobil sebagai kebutuhan tersier memang tengah dikurangi oleh masyarakat di tengah ketidakpastian global yang masih mengancam. Terlebih menurut Agus, saat ini banyak masyarakat yang tengah terganggu pendapatannya. Namun, Ia meyakini bahwa pasar otomotif di Indonesia masih bisa berkembang.