Menperin Klaim Nilai Tambah Manufaktur RI Tertinggi se-Asean
Sultan Ibnu Affan
05 May 2025 10:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perindustrian mengungkapkan Indonesia masuk dalam jajaran negara dengan peningkatan terkait nilai tambah dari sektor manufaktur (manufacturing value added/MVA), menjadikannya memiliki angka terbesar dibanding seluruh negara di Asia Tenggara (Asean).
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengklaim, menurut laporan Bank Dunia, total MVA Indonesia dalam data terakhir pada 2023 mencapai US$255,9 miliar atau setara Rp4.196,8 triliun (asumsi kurs saat ini), atau naik 5,79% dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, nilai MVA Thailand sebesar US$128 miliar. Sementara itu, angka Vietnam tercatat mencapai US$102 milar.
"Indonesia mengungguli jauh dibandingkan negara Asean lainnya, seperti Thailand dan Vietnam yang nilai MVA-nya hanya setengah dari nilai MVA Indonesia," ujar Agus dalam siaran resminya, dikutip Senin (5/5/2025).
Agus mengklaim angka tersebut juga sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah sejak diberlakukan pada 1983 silam. Secara historis, rata-rata MVA Indonesia sejak 1983 hingga 2023 adalah US$102,85 miliar, dengan nilai terendah sebesar US$10,88 miliar.































