Output nilai tambah manufaktur ini, kata dia, juga diklaim berhasil menyamai sejumlah negara-negara maju seperti Inggris, Prancis, hingga Rusia
"Ini mencerminkan kontribusi industri manufaktur terhadap perekonomian nasional dan perannya di kancah global,” tutur Agus. Berdasarkan data yang sama, rata-rata MVA dunia adalah US$78,73 miliar, yang berdasarkan data dari 153 negara.
Secara nasional, industri manufaktur Tanah Air juga tercatat berkontribusi sebesar 18,98% terhadap produk domestik bruto (PDB) sepanjang 2024 lalu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Torehan tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan 2023 lalu yang sebesar 18,67%, termasuk dari tahun 22 yang juga masih sebesar 18,34%.
"Indonesia juga memiliki potensi besar untuk terus memperluas pangsa pasar global, terutama melalui peningkatan ekspor produk hilir bernilai tambah tinggi, termasuk sektor makanan-minuman, tekstil, logam, otomotif, dan elektronik."
(lav)































