Han mengundurkan diri dari posisinya sebagai presiden sementara pada Kamis (01/05/2025), membuka jalan bagi deklarasi pencapresannya pada Jumat (02/05/2025). Tak lama setelah itu, parlemen yang dipimpin oposisi berupaya memakzulkan penggantinya, Menteri Keuangan Choi Sang-mok, yang kemudian memilih mundur. Akibatnya, Menteri Pendidikan Lee Ju-ho ditunjuk sebagai presiden sementara yang baru.
Han disebut-sebut mungkin akan menggalang dukungan bersama calon akhir dari Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party) yang berhaluan tengah-kanan. Partai tersebut dijadwalkan mengumumkan calonnya pada akhir pekan ini.
Sementara itu, jajak pendapat menunjukkan bahwa calon presiden dari Partai Demokrat yang menjadi oposisi, Lee Jae-myung, masih unggul jauh atas kandidat lainnya. Namun, peluang Lee untuk memimpin negara kembali diuji setelah Mahkamah Agung membatalkan putusan bebas dalam salah satu kasusnya. Jika terbukti bersalah, ia bisa dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menduduki jabatan publik.
Meski demikian, Lee masih berpeluang maju sebagai capres karena kemungkinan besar ia akan mengajukan banding jika vonis dijatuhkan sebelum hari pemungutan suara.
(bbn)
































