"Komoditas penyumbang penurunan adalah beras di mana andil penurunan 13,78% karena impor beras pada Januari dan Februari 2025 lebih rendah dari tahun lalu karena terkait ketersediaan pasokan beras domestik," ujarnya.
BPS sebelumnya memang melaporkan potensi produksi beras sebesar 13,95 juta ton pada Januari-April 2025. Angka itu merupakan yang tertinggi dalam 7 tahun terakhir atau sejak Januari-April 2019.
Amalia menjelaskan potensi kenaikan produksi beras pada Januari-April 2025 adalah 25,99% secara tahunan (yoy) dibandingkan 11,07 juta ton pada Januari-April 2024.
"Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kenaikan produksi beras Januari-April 2025 diperkirakan merupakan yang terbesar sejak 2019," ujar Amalia dalam konferensi pers, Senin (3/3/2025).
(lav)




























