Logo Bloomberg Technoz

Andry menegaskan bahwa masih terdapat produk elektroniknya yang mengalami pertumbuhan, meski secara akumulasi 2025 menjadi tahun yang menantang. Ia berharap momentum Ramadan bisa mengatrol kinerja perusahaan seperti halnya pada tahun-tahun sebelumnya.

"Biasanya penjualan terbaik di elektronik itu ada di bulan Ramadan, bulan kuasa. Karena orang bersiapkan lebaran sama THR, orang dapat THR nih. Kalau bulan ini bagus, ke depannya pasti bagus," jelas Andry.

"Tapi kita sudah mengantisipasi apa yang mesti kita lakukan ke depannya seperti kita banyak program, lebih ke sell-out, ke customer, ke end-user. Kita nggak tergantung lagi sama supply chain yang ada."

Target Pertumbuhan Sharp Moderat

Ilustrasi produk Sharp. (Bloomberg)

Sepajang 2025 SHARP Electronics Indonesia masih percaya mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan meski dapat porsi yang moderat dari capaian tahun lalu yang mencapai Rp12 triliun.

"Tahun ini lebih baik dari tahun lalu sih udah better. Sama dengan tahun lalu udah better, kalau ditanya growth, tetap 102-103%, karena kita ada rencana naik harga di bulan Maret [tanggal 15] ini, karena dolarnya sudah Rp16.000 [ per US$]," ucap Andry. "[Kenaikan harga] sekitar 1-2%."

SHARP Electronics Indonesia wajib merebisi harga mengingat mayoritas produk elektroniknya masih di datengkan dari luar negeri. "Musuhnya produk-produk elektronik, kita bisa jual [produk ke konsumen], nggak bisa beli [memasukkan barang baru]. At least bisa survive dulu. Bisa hidup dulu lah, nggak ngomongin untung," terang dia.

Untuk mencapai target tersebut, SHARP akan mengandalkan sejumlah produk unggulan yang mendominasi penjualan. Kulkas menjadi kontributor terbesar dengan porsi 35-40%, diikuti oleh mesin cuci, LCD TV, serta AC dan small home appliances.

SHARP juga berencana meningkatkan kapasitas dan lini produksi untuk memperkuat daya saingnya di pasar domestik. Meski belum mengungkapkan detail ekspansi, perusahaan terus memantau kebijakan ekonomi pemerintahan baru.

(prc/wep)

No more pages