“Kami mempertahankan rekomendasi Beli untuk saham ASII karena kami meyakini kinerja kuat pada FY24 menunjukkan ketahanan di tengah tantangan pasar otomotif, sementara portofolio yang terdiversifikasi memberikan perlindungan,” tulis Paulina dalam riset yang diterbitkannya, Kamis.
Maybank Investment juga memproyeksikan volume penjualan mobil dan motor ASII akan tumbuh masing-masing 5% dan 1% YoY pada tahun penuh 2025. Pangsa pasar ASII juga akan tetap relatif stabil di tahun ini.
Adapun saham ASII tengah diperdagangkan pada valuasi 5,7x P/E FY25E (-1,5 SD dari rata-rata 5 tahun) dan menawarkan imbal hasil dividen mencapai 9%. Perusahaan mengusulkan dividen final sebesar Rp308 untuk disetujui dalam RUPS pada Mei 2025, yang mengindikasikan imbal hasil dividen 7% dengan rasio pembayaran 48%.
Selanjutnya, Analis Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli juga kompak mempertahankan rekomendasi Buy/ Beli. Target harga saham turut dipertahankan di Rp6.000/saham.
Lebih optimis, Analis Yuanta Investment Consulting Alditya Galih Ramadhan memasang rekomendasi Buy dengan target harga yang paling optimistis, mencapai Rp6.200/saham potensialnya.
Pada perdagangan siang hari ini, Kamis, harga saham ASII memang masih melemah 100 poin (2,08%) ke level Rp4.710/saham. Tertekannya harga saham Big Caps unggulan LQ45 satu ini usai sebanyak 17,88 juta saham diperjualbelikan.
Nilai transaksi mencapai Rp84,88 miliar, dengan frekuensi yang terjadi sebesar 5.197 kali diperjualbelikan. Padahal pagi tadi saham ASII sempat menguat mencapai Rp4.810/saham dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data Perusahaan, penjualan mobil Astra International di sepanjang perdagangan bulan Februari 2025 mencapai 38.546 unit, perolehan tersebut mengalami penurunan 6,53% dibandingkan periode yang sama dari tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, di sepanjang bulan Februari 2024, Astra membukukan total penjualan mobil sebanyak 41.240 unit dari pabrik ke dealer atau wholesales.
Namun demikian, pencapaian tersebut masih mengalami kenaikan mencapai 11% jika dibandingkan dengan penjualan bulan sebelumnya atau di sepanjang bulan Januari yang mencatatkan penjualan sebanyak 34.531 unit.
Head of Corporate Communications Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan, torehan angka tersebut membuat pangsa pasar mobilnya di Indonesia tercatat sebesar 54%.
Sementara itu, penjualan mobil Grup Astra International (ASII) di sepanjang tahun berjalan 2025 berhasil mencatatkan penjualan mobil mencapai 73.077 unit pada Januari–Februari 2025. Menyusut 7,7% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 sebanyak 79.224 unit.
(fad)


























