Logo Bloomberg Technoz

Kedua, Rika Juniaty Tanzil Direktur PT Daya Intiguna Yasa (MDIY) menambah kepemilikan sahamnya pada 3 dan 5 Februari 2025. Head of Corporate Secretary MDIY, Janina Maia, dalam keterbukaan tertulis pada Jumat (7/2/2025) menyampaikan bahwa Rika membeli 146.000 saham di harga Rp1.650 hingga Rp1.655/saham dengan total nilai transaksi sekitar Rp241 juta.

"Tujuan transaksi adalah untuk investasi lainnya dengan kepemilikan saham langsung," ujarnya. Pada 19 Desember 2024 lalu Rika juga membeli 140.000 saham MDIY pada kisaran harga Rp1.750/saham.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Rika di MDIY meningkat menjadi 286.000 lembar saham (0,001%) dari sebelumnya 140.000 saham.

Ketiga, Direktur PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) atau Bank BJB Rio Lanasier ikut menambah kepemilikan di saham perusahaan sebanyak 30.000 di harga Rp915/saham. Transaksi berlangsung pada 6 dan 7 Februari 2025.

Corporate Secretary BJBR, Ayi Subarna, dalam keterbukaan informasi pada Senin (10/2/2025) menyebutkan bahwa Rio membeli 30.000 lembar saham di harga Rp915/saham. "Tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung," ujarnya.

Pasca transaksi ini, kepemilikan Rio di BJBR bertambah menjadi 1,51 juta lembar saham (setara0,0144%), meningkat dari sebelumnya 1,48 juta saham (0,0142%).

Terakhir, Hasnan Riswandi, Direktur Xolare RCR Energy (SOLA) melakukan pembelian perdana saham perusahaan untuk pertama kalinya sebanyak 18.500 saham di harga Rp50/saham. Total nilai transaksi sekitar Rp15 juta, di luar pajak dan komisi broker.

"Tujuan dari transaksi untuk investasi," kata Hasnan dalam suratnya kepada BEI, Jumat (14/2/2025).

Hasnan tercatat membeli 6.000 saham SOLA pada 10 Februari 2025 dan menambah 312.500 saham pada 12 Februari 2025. Dengan demikian, kepemilikannya di SOLA kini mencapai 318.500 saham atau 0,01% dari total saham yang tercatat di BEI.

Langkah para direksi ini menjadi sinyal positif bagi investor, mengingat pembelian saham oleh manajemen sering kali dianggap sebagai bentuk keyakinan terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan.

(rtd/wep)

No more pages