Logo Bloomberg Technoz

Dalam sepekan terakhir, harga emas masih membukukan kenaikan 2,1% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, harga melesat 8,72%.

Jika memegang emas sejak awal 2025, maka keuntungan yang bisa didapat pun cukup tinggi. Secara year-to-date, harga emas meroket 10,52%.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana dengan proyeksi harga emas hari ini? Apakah bisa bangkit atau masih menjalani koreksi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertengger di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 74,03.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun hati-hati, RSI di atas 70 juga menjadi tanda bahwa sudah jenuh beli (overbought).

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 70,31. Menghuni area beli (long) yang sangat kuat.

Sepertinya hari ini harga emas masih akan menjalani koreksi. Setelah kenaikan yang begitu tajam, mungkin sudah saatnya masuk fase konsolidasi.

Cermati pivot point di US$ 2.896/troy ons. Dari sini, target support terdekat ada di kisaran US$ 2.880-2841/troy ons.

Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 2.921/troy ons. Jika tertembus, maka harga emas berpotensi naik menuju US$ 2.950/troy ons.

(aji)

No more pages