Logo Bloomberg Technoz

“Di pasar saham AS, kami lebih memilih saham kapitalisasi besar—terutama perusahaan dalam S&P 493—yang dapat memperluas margin laba dengan mengadopsi teknologi peningkat produktivitas,” kata Ed Yardeni, pendiri Yardeni Research. “Kami tidak melihat Magnificent Seven dinilai terlalu tinggi secara berlebihan, tetapi ada peluang bagi S&P 493 untuk tampil lebih baik.”

Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 naik masing-masing 0,4%, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 0,7%. UnitedHealth Group Inc mengurangi kerugian menjadi 1% setelah melaporkan bahwa mereka telah menghubungi Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait unggahan di platform X dari investor Bill Ackman, yang menuduh perusahaan itu melebih-lebihkan laba. Uber Technologies Inc turun 7,6% setelah memberikan proyeksi pemesanan yang lebih lemah dari perkiraan.

Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun turun sembilan basis poin menjadi 4,42%, sementara Indeks Bloomberg Dollar Spot melemah 0,2%.

“Volatilitas mendominasi pasar pekan ini, dengan saham berusaha menemukan pijakan di tengah perubahan kebijakan tarif dan laporan laba yang beragam,” ujar Daniel Skelly dari Morgan Stanley.

Menurut Skelly, sektor dengan eksposur internasional seperti perangkat keras IT, otomotif, dan beberapa produk konsumen lebih rentan terhadap kebijakan tarif yang belum pasti. Sementara itu, sektor berbasis domestik seperti keuangan mungkin lebih menarik bagi investor.

Jim Chanos, seorang penjual saham pendek legendaris, memperingatkan bahwa risiko terbesar bagi pasar AS dalam enam hingga dua belas bulan ke depan adalah kejutan yang tidak terduga, seperti kejatuhan pasar akibat DeepSeek.

“Risiko terbesar adalah sesuatu seperti DeepSeek yang tiba-tiba muncul dan mengubah pola pikir investor,” kata Chanos dalam wawancara dengan Bloomberg TV. “Secara definisi, kita tidak tahu apa itu.”

Di tengah musim laporan keuangan, para analis di Bespoke Investment Group mencatat bahwa jumlah perusahaan yang mencetak triple plays—yaitu melampaui estimasi laba, pendapatan, serta meningkatkan proyeksi ke depan—semakin langka. Tahun ini, 75% perusahaan mengalahkan ekspektasi laba per saham, sementara 66% melampaui perkiraan pendapatan. Namun, 8% perusahaan justru menurunkan proyeksi, lebih tinggi dari 5% yang menaikkan panduan.

“Saat triple plays sangat umum di 2021, saham tidak bereaksi terlalu positif terhadapnya,” ujar para analis Bespoke. “Sekarang karena semakin langka, perusahaan yang mencetak triple plays mengalami kenaikan harga saham yang lebih signifikan.”

Selama tiga bulan terakhir hingga Selasa (04/02/2025), ada 100 perusahaan yang melaporkan triple plays, dengan rata-rata kenaikan harga saham lebih dari 10% dalam satu hari setelah laporan dirilis.

Para investor kini menunggu laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat (07/02/2025) mendatang. Data terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja pada Januari lebih tinggi dari perkiraan, menandakan pasar tenaga kerja masih kuat meskipun ketidakpastian ekonomi meningkat.

Para pejabat Federal Reserve terus memantau kondisi tenaga kerja saat mereka mempertimbangkan seberapa besar pemotongan suku bunga yang akan dilakukan tahun ini. Gubernur Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pekan lalu menyebut bahwa pasar tenaga kerja saat ini masih "cukup stabil."

Sebuah survei dari 22V Research menunjukkan bahwa hanya 24% responden yang memperkirakan laporan ketenagakerjaan akan berdampak positif (risk-on), sementara 30% melihatnya sebagai risiko (risk-off), dan 46% sisanya menilai dampaknya akan netral atau tidak signifikan.

“Bulan ini, investor lebih fokus pada pertumbuhan upah rata-rata ketimbang jumlah pekerjaan baru, berbeda dengan bulan lalu,” ujar Dennis DeBusschere dari 22V Research.

(bbn)

No more pages