Logo Bloomberg Technoz

Konsensus pasar sejauh ini memperkirakan pendapatan dan belanja masyarakat AS meningkat pada Desember, sesuai pola musiman akhir tahun, masing-masing tumbuh 0,4% dan 0,5%. 

Sedangkan angka inflasi inti PCE diprediksi naik jadi 0,3% pada Desember, setelah bulan sebelumnya tercatat 0,1%. Secara tahunan, inflasi PCE bulan lalu diperkirakan naik jadi 2,6% dari 2,4% pada November.

Sebelumnya, pasar mendapati rilis data pembacaan awal kinerja ekonomi AS pada kuartal IV-2024 yang lebih rendah ketimbang perkiraan pasar. "Pasar berpeluang melanjutkan bullish rally bila inflasi core PCE bertahan di 0,10%-0,15%," kata tim analis Mega Capital Sekuritas di antaranya Lionel Priyadi, Muhammad Haikal dan Nanda Rahmawati, dalam catatannya pagi ini.

Rupiah tertekan

Pada perdagangan hari terakhir di pekan yang pendek ini, rupiah makin terbenam. Dibuka langsung menembus level support terdekat, rupiah sempat menyentuh level terlemah intraday di Rp16.310/US$ dan kini jelang jam makan siang rupiah bergerak di Rp16.308/US$.

Rupiah tertekan di tengah kenaikan yield SUN, dan IHSG yang masih hijau (Divisi Riset Bloomberg Technoz)

Pelemahan rupiah terutama karena faktor eksternal dengan kembali bangkitnya indeks dolar AS di atas level 108. Juga, sepertinya masih menyisakan lag effect libur tiga hari di awal pekan, ketika mata uang Asia hampir semuanya ambles oleh dolar AS.

Bila pelemahan rupiah ini bertahan sampai penutupan pasar spot nanti sore, maka selama pekan pendek ini rupiah merosot nilainya sebesar 0,83%. Itu menempatkan rupiah sebagai mata uang Asia dengan pelemahan terdalam urutan ketiga setelah won yang anjlok 1,71% dan ringgit yang melemah 0,91%.

Rupiah hanya lebih baik dari yuan offshore yang melemah 0,70%, dolar Singapura 0,60% serta rupee 0,48%. Namun, rupiah kalah banyak dari baht yang menguat 0,06% sepekan ini, juga yen yang tak terjeda keperkasaannya dengan penguatan 1,13% lima hari terakhir.

Dari dalam negeri, rupiah sebenarnya memiliki sentimen positif. Kementerian Investasi dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengumumkan, realisasi investasi pada kuartal IV-2025 mencapai Rp425,8 triliun. Angka tersebut meningkat 4,9% secara kuartalan atau naik 23,8% secara tahunan. 

Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani mengatakan realisasi investasi pada kuartal IV tersebut merupakan 27,4% dari total target investasi pemerintah sepanjang 2024 senilai Rp1.650 triliun.

Adapun keseluruhan tahun 2024, realisasi penanaman modal langsung mencapai Rp1.714,2 triliun atau naik 20,8% dibanding realisasi pada 2023 lalu. Perinciannya, investasi asing langsung (FDI) tercatat Rp900,2 triliun atau meningkat 21%. Sedangkan penanaman modal dalam negeri tercatat Rp814 triliun atau naik 20,6%.

(rui)

No more pages