Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan Bunga Acuan Berpotensi Picu Gagal Bayar Obligasi

News
01 May 2024 14:00

Ilustrasi mata uang dolar AS dan baht Thailand (Udo Weitz/Bloomberg News)
Ilustrasi mata uang dolar AS dan baht Thailand (Udo Weitz/Bloomberg News)

Colleen Goko dan Srinivasan Sivabalan - Bloomberg News

Bloomberg, Investor global mulai menarik investasi mereka pada obligasi denominasi mata uang lokal (local-currency bond) di beberapa negara berkembang. Ini terjadi karena bank sentral di negara berkembang tersebut kini berada di bawah tekanan untuk menaikkan suku bunga, bukan menurunkannya seperti yang diperkirakan beberapa minggu lalu.

Manajer investasi memiliki pandangan berbeda tentang daftar negara yang mungkin perlu memperketat kebijakan moneter mereka. Beberapa negara yang berpotensi perlu menaikkan suku bunga termasuk negara dengan ekonomi bergejolak seperti Turki dan Afrika Selatan, bahkan raksasa negara berkembang seperti India dan Meksiko.

Apakah negara-negara tersebut benar-benar akan menaikkan biaya pinjaman, sebagian tergantung pada pergerakan nilai tukar dan harga komoditas dalam beberapa minggu atau bulan mendatang.

Namun, kekhawatiran tentang siklus pelonggaran yang tertunda sudah mengganggu perdagangan paling populer di awal tahun: membeli obligasi mata uang lokal yang diperkirakan akan diuntungkan dari penurunan suku bunga.