Logo Bloomberg Technoz

“Laporan WASDE terbaru menunjukkan angka yang bearish. Ini membuat investor mengambil posisi short (jual) terhadap minyak nabati,” kata Marcello Cultera, Direktur Apricus 8, seperti diberitakan Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO memang sedang bearish. Terbukti dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 41,11. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang di posisi bearish.

Namun indikator Stochastic RSI sudah berada di angka 0. Sudah paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).

Oleh karena itu, harga CPO berpeluang bangkit. Target resisten terdekat ada di MYR 4.235/ton. Jika tertembus, maka MYR 4.290/ton bisa menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target support terdekat adalah MYR 3.939/ton. Penembusan di titik ini bisa membawa harga CPO turun lagi menuju MYR 3.875/ton.

(aji)

No more pages