Logo Bloomberg Technoz

Tanpa Terobosan Baru, Backlog Perumahan Sulit Dikikis

Redaksi
09 April 2024 17:01

Suasana perumahan subsidi pemerintah di Kawasan Ciseeng Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/7/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Suasana perumahan subsidi pemerintah di Kawasan Ciseeng Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/7/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Subsidi perumahan dengan beberapa skema ternyata belum mampu untuk menurunkan angka backlog perumahan atau selisih antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat. Untuk itu dibutuhkan terobosan baru agar pembiayaan perumahan dapat meningkat dan menurunkan backlog rumah.

Direktur Consumer BTN Hirwandi Gafar memberikan sejumlah usulan mulai dari pembentukan Dana Abadi Perumahan dan membatasi tenor Subsidi KPR FLPP hingga 10 tahun. "Dana Abadi Perumahan ini sama dengan Dana Abadi di Pendidikan, jadi ada dana APBN yang diinvestasikan dan hasil investasinya untuk membiayai subsidi KPR," ujarnya pekan lalu.

Dia menjelaskan waktu yang dibutuhkan untuk membentuk dana abadi sekitar 10-15 tahun tergantung besaran APBN yang dialokasikan. Bila sudah terkumpul, maka dana tersebut sudah cukup untuk membiayai subsidi, dan tak diperlukan setoran APBN lagi.

"Selama ini subsidi APBN untuk KPR FLPP itu sekitar Rp20 triliun pertahun dan akhirnya membatasi jumlah rumah yang disubsidi. Kalau dengan skema dana abadi maka jumlah penyaluran subsidi bisa dilipatgandakan," ujarnya.

Usulan lain, Hirwandi mengusulkan agar Skema KPR FLPP dibatasi 10 tahun saja, dibandingkan selama ini selama KPR berlangsung atau maksimal 20 tahun. Bila dibatasi 10 tahun, maka masyarakat yang bisa mendapatkan subsidi jadi lebih banyak.