Logo Bloomberg Technoz

Bantuan likuiditas dari SNB gagal untuk meredam gejolak di pasar. Ada risiko masalah akan menjalar ke industri keuangan yang lebih luas.

“Sangat penting bagi kami untuk bertindak dan menemukan solusi secepat mungkin karena Credit Suisse adalah bank berdampak sistemik yang penting (systemically important bank),” kata Thomas Jordan, Presiden SNB, dalam jumpa pers Minggu (19/3/2023) malam waktu setempat.

Bank Sentral AS (The Federal Reserve) dan Kementerian Keuangan AS menyambut baik langkah tersebut, demikian pula Bank Sentral Uni Eropa (ECB). Sebelumnya, Bloomberg memberitakan otoritas di AS telah bekerja sama dengan pihak Swiss karena banyak bank Swiss memiliki operasional di AS.

Chairman UBS Colm Kelleher menyebut pihaknya akan menyusutkan aktivitas investment bank di Credit Suisse. Unit ini merugi selama beberapa tahun terakhir. 

Bank universal The Swiss, anak usaha Credit Suisse yang menunjukkan stabilitas, kemungkinan akan dipertahankan oleh UBS meski ada isu soal terlalu terkontsentrasi ke pasar domestik.

“Saya ingin lebih spesifik. UBS ingin menyusutkan bisnis investment banking Credit Suisse dan menyesuaikannya dengan budaya risiko yang konservatif,” tegas Kelleher dalam konferensi pers.

Kelleher menambahkan, terlalu awal untuk menyebut berapa banyak pekerjaan yang hilang setelah kesepakatan ini.

Jaminan  dari pemerintah dibutuhkan dalam transaksi ini karena tidak ada waktu untuk melakukan due diligence dan Credit Suisse memiliki aset yang sulit dihitung nilainya, kata Kelleher. Jika ada kerugian, maka UBS akan menanggung CHF 5 miliar (Rp 83,36 triliun) pertama dan pemerintah CHF 9 miliar (Rp 150,04 triliun) berikutnya. Kalau masih belum cukup, maka selanjutnya akan ditanggung oleh UBS.

Pengambilalihan bank berumur 166 tahun ini adalah peristiwa bersejarah bagi Swiss dan industri keuangan dunia. Credit Suisse lahir pada 1856 dengan nama Schweizerische Kreditanstalt oleh Alfred Escher untuk membantu pendanaan pembangunan jalur kereta api. Credit Suisse pun berkembang menjadi kekuatan global dan menunjukkan posisi Swiss sebagai pusat industri keuangan, sebelum kesulitan mengatasi perubahan lanskap perbankan usai krisis keuangan global.

Sementara UBS punya sejarah 160 tahun, dengan latar belakang 370 institusi yang berbeda. Puncaknya adalah merger antara Union Bank of Switzerland dan Swiss Bank Corporation pada 1998.

Setelah bangkit dari penyelamatan (bailout) pada krisis 2008, UBS berhasil membangun reputasi sebagai wealth manager terbesar di dunia dengan klien orang-orang kaya dan sangat kaya di seluruh dunia.

Credit Suisse sebenarnya mampu menghindari bailout ketika krisis keuangan global. Namun kinerjanya dihantam oleh serangkaian skandal, pergantian kepemimpinan, dan masalah-masalah hukum.

Nasabah menarik aset lebih dari US$ 100 miliar (Rp 1.536,4 triliun) dalam 3 bulan terakhir 2022 karena khawatir akan kesehatan keuangan Credit Suisse. Arus modal keluar berlanjut, meski pemegang saham sudah menyuntikkan tambahan modal CHF 4 miliar (Rp 66,69 triliun).

“Hanya ada 1 pilihan,” tegas Karin Keller-Sutter, Menteri keuangan Swiss. Dia menambahkan, sangat penting untuk menjaga stabilitas industri keuangan Swiss dan dunia. Credit Suisse, menurutnya, tidak akan mampu bertahan hidup sendiri.

(bbn)

No more pages