Logo Bloomberg Technoz


Solihin menggarisbawahi, pasokan beras premium memang tersedia di pasar tradisional, tetapi harganya melambung di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp69.500 per 5 kilogram, bahkan mencapai Rp90.000 untuk ukuran 5 kilogram. Dengan demikian, Alfamart sebagai gerai ritel modern tidak bisa menjualnya.

Dirinya juga mengamini bahwa pasokan beras premium dan SPHP di gerai-gerai Bekasi belum tersedia.

Berdasarkan pengakuannya, saat ini perbandingan jumlah pengiriman dibandingkan pemesanan SPHP (service level) dari Perum Bulog hanya 18% secara nasional. Dengan kata lain, bila Alfamart memesan 1.000 pak, maka yang dikirim adalah 180 pak.  

Menurut Solihin, hal ini sudah berlaku sejak pemerintah mengizinkan ritel untuk menjual beras SPHP.

“SPHP service level sekitar 18% ya. Kalau order 1.000 pak, dikirim 180 pak, jadi masih 18%. Nanti masih tetap pihak Bulog terus meningkatkan service level. Service level adalah jumlah persen dari jumlah permintaan dan pengiriman. SPHP masih 18% secara nasional,” ujarnya.

Untuk beras premium di Jabodetabek, Solihin mengatakan, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono bersama dengan Food Station telah meluncurkan 15 juta kilogram beras premium untuk ritel sesuai dengan kuota yang ditetapkan.

Dengan demikian, pasokan beras premium di Alfamart diharapkan bisa segera terpenuhi, tetapi Solihin tidak menjelaskan dengan lengkap jumlah kuota beras premium untuk Alfamart.

Terakhir, untuk pengadaan beras premium di luar Jabodetabek, Alfamart telah bekerjasama dengan pemasok merek beras premium lainnya di luar Food Station.

“Strategi kita untuk beras-beras yang kita kerjasama dengan supplier lain di luar Food Station, merek Raja atau beberapa merek lain kita fokuskan untuk ke daerah-daerah yang sifatnya di luar Jabodetabek supaya bisa distribusi lebih merata,” pungkasnya. 

(dov/wdh)

No more pages