Logo Bloomberg Technoz

Seperti diketahui, dua entitas pelat merah itu memungkinkan para nasabah yang ingin membeli emas digital (sebelum mencetaknya menjadi emas batangan fisik), melalui aplikasi yang mereka sediakan. Antam menyediakan Brankas-LM  sedangkan Pegadaian melalui aplikasi Pegadaian Digital.

Mengutip situs Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), sampai saat ini, baru 5 perusahaan yang memiliki izin sebagai pedagang emas digital. Yaitu, PT Indogold Makmur Sejahtera, PT Indonesia Logam Pratama, PT Laku Emas Indonesia, PT Pluang Emas Sejahtera, dan PT Sehati Indonesia Sejahtera. Sedangkan PT Tamasia Global Sharia belum tercatat sebagai pedagang emas digital.

Beberapa aplikasi marketplace dan aplikasi investasi memang memiliki lini penjualan emas digital maupun fisik. Namun, umumnya mereka bekerja sama dengan perusahaan emas. Misalnya, Tokopedia yang menggandeng Pluang dan Pegadaian. Atau Bukalapak yang bekerja sama dengan Indogold.

Harga emas mengkilap tahun ini?

Sejak lama emas menjadi salah satu investasi favorit masyarakat Indonesia setara pamornya dengan deposito bank. Maklum, emas dianggap lebih stabil nilainya dalam jangka panjang sehingga cukup ampuh melawan inflasi. Pandemi Covid-19 yang merebak pada 2020 berhasil mengerek harga emas hingga menembus Rp 1 juta per gram. Dalam situasi ketidakpastian tinggi, emas memang kerap menjadi safe haven sementara sehingga acapkali harganya melambung di tengah krisis.

Prospek harga emas 2023 diperkirakan masih akan mengkilap seiring ketakutan atas resesi global. The Federal Reserves, bank sentral Amerika Serikat (AS), diprediksi tidak lagi menaikkan bunga seiring inflasi di negeri Paman Sam itu yang mulai melandai. Ini menjadi pengungkit bagi harga emas. 

Aksi bank sentral di banyak negara yang memborong emas untuk menaikkan cadangan juga mengungkit harga emas. Pada November dan Desember 2022, bank sentral China membeli 62 ton emas.  Bank sentral Turki juga memborong 19 ton emas pada November 2022. Begitu juga bank sentral Rusia yang tak ketinggalan ikut memborong. Hari ini (18/1/2023), harga emas di pasar spot sedikit melemah 0,2% di posisi US$ 1.905,37 per troy ounce.

Harga emas di Indonesia tidak selalu sejalan dengan harga emas di pasar global. Harga emas domestik dipengaruhi juga oleh nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Sepanjang 2022, harga emas Antam naik dari posisi Rp 945.000 per gram pada awal tahun dan ditutup di posisi Rp 1 juta per gram pada akhir tahun. Pada hari ini emas Antam merambat naik di posisi Rp 1,02 per gram.

Pahami risiko investasi emas digital

Investasi emas digital berarti Anda membeli emas tanpa mencetaknya. Ini sebenarnya menjadi solusi praktis bagi Anda yang suka berinvestasi emas akan tetap tidak terlalu nyaman menyimpan emas fisik di rumah. Faktor keamanan, faktor perawatan agar emas fisik tetap tampil bagus, dianggap menjadi hal-hal yang merepotkan. Selain itu, membeli emas digital juga memungkinkan seseorang membeli emas dengan modal lebih kecil karena tidak harus menanggung biaya cetaknya. Beberapa aplikasi bahkan memungkinkan Anda membeli emas mulai Rp 10.000 saja.

Contoh lain, Anda ingin membeli emas anggaplah 5 gram. Bila membeli emas fisik, dana yang harus Anda siapkan setidaknya sebesar Rp 4,928 juta. Namun, bila membeli emas digital di Pegadaian, sebagai contoh, Anda bisa mendapatkan 5 gram hanya dengan biaya Rp 4,8 juta saja. Lebih murah emas digital karena Anda belum dikenakan biaya cetak. Biaya cetak baru dikenakan saat Anda memutuskan mencetak saldo tabungan emas digital Anda.

Membeli emas digital kendati praktis dan relatif lebih murah, bukan berarti tidak memiliki risiko. Apa yang terjadi pada nasabah Tamasia adalah risiko yang terprediksi. Yakni ketika pihak aplikasi atau penjual emas digital tersebut memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dan meminta nasabah menjual emas di harga yang mereka tentukan. Ini jelas kerugian bagi nasabah, terutama bila nasabah lebih dulu membeli emas di harga lebih mahal. 

Ada juga risiko kesulitan mencetak emas karena berbagai faktor, terutama terjadi pada penyedia produk yang tidak memiliki kemampuan mencetak emas sendiri layaknya PT Aneka Tambang Tbk.. Ini pernah terjadi pada para nasabah salah satu produk tabungan emas yang kesulitan mencetak emas digitalnya.

Lantas, apa saja yang perlu Anda perhatikan bila hendak berinvestasi di emas digital:

1. Pilih aplikasi yang memiliki izin

Ini sangat mendasar. Dengan membeli emas digital berarti Anda sebenarnya menitipkan sejumlah dana ke perusahaan tersebut dengan harapan suatu saat akan menjualnya kembali atau mencetaknya menjadi emas fisik. Ada unsur kepercayaan di sini. Menjadi sangat berbahaya bila Anda menitipkan dana tersebut pada perusahaan yang belum mengantongi izin resmi dari otoritas untuk menjalankan bisnis tersebut. 

Jadi, sebelum memilih hendak membeli emas digital di mana, jangan lupa mengecek dulu perizinannya, apakah sudah ada atau belum. Keberadaan izin bisa memberikan Anda sedikit jaminan rasa aman bila sewaktu-waktu ada permasalahan.

2. Pahami fitur emas digital

Ada aplikasi emas digital yang memang tidak menyediakan layanan cetak emas fisik. Namun, ada pula aplikasi emas digital yang memungkinkan Anda mencetak saldo tabungan emas. Nah, Anda membutuhkan yang seperti apa? Bila niat Anda memang sekadar ingin jual beli emas dalam jangka pendek dengan harapan mendapat untung dari selisih pergerakan harga, aplikasi emas tanpa fitur cetak emas mungkin tepat. Namun, bila Anda berencana mencetak emas tersebut suatu hari nanti, sebaiknya memilih yang memang menyediakan fitur tersebut. 

Satu hal lagi, pastikan juga bila memang ada fitur cetak emas, akan lebih baik memilih aplikasi yang memiliki rekanan jelas. Misalnya, bekerja sama dengan perusahaan tambang atau produsen emas. 

3. Pertimbangkan likuiditas dan after-sales

Emas sebagai investasi berarti suatu ketika akan Anda cairkan atau likuidasi menjadi dana tunai. Pilih aplikasi emas digital yang menyediakan kemudahan penjualan kembali simpanan emas Anda. Bila mencetaknya, pastikan juga emas Anda memiliki sertifikat yang akan memudahkan penjualan kelak. 

4. Sesuaikan dengan tujuan keuangan

Emas sifatnya cukup likuid sehingga cukup memadai menjadi bagian dari dana darurat. Namun, bila berharap untung dari kenaikan harga, emas sejatinya lebih cocok untuk simpanan jangka panjang di atas 5 tahun bahkan 7 tahun. Kenaikan harga emas juga tidak sedramatis saham atau instrumen pasar finansial lain. Harga emas cenderung stabil dengan kisaran kenaikan 10% per tahun. Sulit berharap untung besar dari emas dalam jangka pendek. Jadi, lebih baik sesuaikan saja pembelian emas dengan tujuan keuangan Anda.

5. Diversifikasi tetap penting

Supaya risiko investasi Anda bisa terkelola dengan baik, hindari menumpuk seluruh tabungan di emas saja. Sebar investasi Anda di berbagai produk keuangan dengan risiko beragam sesuai tujuan keuangan. Dengan begitu, bila ada suatu hal yang membuat investasi emas menurun nilainya, Anda tidak perlu terlalu cemas.

(rui)

No more pages