Logo Bloomberg Technoz

Polusi Jakarta Gak Ada Obat, Jadi Sorotan Media Asing

News
25 August 2023 13:24

Suasana gedung bertingkat yang diselimuti polusi di kawasan Jakarta, Selasa (22/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Suasana gedung bertingkat yang diselimuti polusi di kawasan Jakarta, Selasa (22/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks kualitas udara di Jakarta semakin hari semakin memburuk. Bahkan secara berturut-turut, angka indeks polusi udara Jakarta terus berada di atas angka 150, yang masuk dalam kategori tak sehat bagi masyarakat.

Buruknya udara Jakarta mendapat sorotan dari sejumlah media Asing. South China Morning Post, yang merupakan media berbahasa Inggris asal Hong Kong, menyoroti ketidakmampuan pemerintah Indonesia dalam mengatasi polusi udara dengan mengutip aktivis lingkungan hidup.

"Ketidakmampuan Indonesia dalam mengatasi polusi udara di Jakarta berarti para penduduk ibukota yang berjumlah 10 juta orang akan terus menghadapi kabut asap dalam beberapa tahun ke depan," demikian tertulis dalam paragraf pertama artikel South China Morning Post.

ABC News, yang merupakan media asal Australia, memberitakan terkait kebijakan pemerintah yang meminta warga kembali menggunakan masker dan menerapkan kebijakan WFH (Work From Home) atau bekerja dari rumah untuk ASN (Aparatur Sipil Negara). 

ABC News juga mengutip Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengatakan pasien ISPA semakin bertambah di Jakarta.