Sebagai informasi, pelaksanaan TKA 2026 jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat sebelumnya diwarnai sejumlah kendala di berbagai daerah. Persoalan yang muncul mulai dari gangguan server, jaringan internet, keterbatasan perangkat komputer, hingga dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ombudsman RI sebelumnya mencatat gangguan pelaksanaan TKA di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang menyebabkan pengerjaan soal tertunda. Sementara itu, sesi pertama di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, dilaporkan batal akibat kendala teknis.
Gangguan jaringan juga terjadi di SMAS Palawa Kota Bengkulu. Seluruh siswa peserta TKA sesi pertama gelombang pertama dilaporkan tidak dapat masuk (login) ke sistem asesmen akibat kendala jaringan pusat.
Di sisi lain, Kemendikdasmen telah menuntaskan pelaksanaan TKA gelombang pertama pada 31 Oktober 2026 dengan total 1.601.449 murid dari jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 530.930 murid mengikuti sesi khusus pada 30 Oktober 2026 sebagai tindak lanjut atas gangguan teknis yang terjadi pada gelombang pertama hari kedua sesi pertama.
Sementara itu, pada hari pertama pelaksanaan TKA gelombang kedua, Senin (2/11/2026), Kemendikdasmen mencatat sebanyak 1.338.684 murid mengikuti asesmen mata pelajaran Bahasa Indonesia.
(dec/spt)




























