Logo Bloomberg Technoz

Acara yang tidak biasa itu mempertemukan delegasi dari kedua negara dan terkesan menjadi ajang untuk merayakan keberhasilan. Pemerintahan Trump memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menonjolkan terobosan kemanusiaan yang langka di tengah perang brutal yang belum berhasil diakhiri Presiden Donald Trump, meskipun ia berjanji akan mengakhirinya pada hari pertama kembali menjabat.

Acara itu juga berlangsung hanya dua hari setelah Partai Republik pimpinan Trump mengalami kekalahan telak dalam pemilihan paruh waktu. Hasil tersebut berpotensi melemahkan posisi Trump di panggung dunia. Partai Demokrat, yang akan menguasai Kongres tahun depan, telah berjanji memperketat pengawasan terhadap kebijakan luar negeri Trump, termasuk terkait perang di Ukraina.

Trump meningkatkan tekanan terhadap Ukraina beberapa pekan sebelum pemilu dengan menggambarkan Kyiv sebagai penghalang utama tercapainya perdamaian. Ia juga berhasil mengamankan kesepakatan agar Rusia memasok solar ke pasar global. Upaya untuk membantu meredakan tingginya harga energi, yang telah menjadi beban politik di dalam negeri, menuai kecaman dari kedua partai. Para pengkritik memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut akan membantu Kremlin membiayai mesin perangnya.

Delegasi Rusia yang hadir pada Kamis (5/11) mencakup utusan presiden Kirill Dmitriev, yang terlibat dalam perundingan bersama utusan AS Jared Kushner dan Steve Witkoff, serta Komisioner Hak Asasi Manusia Rusia Yana Lantratova. Ukraina diwakili oleh David Arakhamia, pemimpin partai Presiden Volodymyr Zelenskyy di parlemen, dan Dmytro Lubinets, yang memimpin perundingan gencatan senjata.

Dmitriev dan Arakhamia menyampaikan pidato dalam acara tersebut. Keduanya berterima kasih kepada ibu negara atas keterlibatannya dan memberikan hadiah kepadanya.

Rusia telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur penting Ukraina, termasuk pelabuhan, pembangkit listrik, dan jalur kereta api, serta bangunan tempat tinggal dan tempat usaha. Serangan tersebut menewaskan jumlah warga sipil terbanyak sejak invasi skala penuh dimulai.

Pada Senin, Rusia membombardir sebuah sekolah di desa di Ukraina selatan yang terletak dekat garis depan ketika warga sedang menerima bantuan kemanusiaan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Kamis bahwa bangunan tersebut hancur hingga menjadi puing-puing dan sekitar 100 orang kemungkinan tewas.

Sementara itu, Ukraina menyerang salah satu kilang minyak terbesar Rusia pada malam sebelumnya, Bloomberg melaporkan pada Kamis dengan mengutip seseorang yang mengetahui insiden tersebut. Kilang Ryazan milik Rosneft PSC, yang memiliki kapasitas pengolahan 340.000 barel per hari, memasok bahan bakar ke wilayah sekitar Moskow dan telah beberapa kali menjadi sasaran serangan tahun ini.

Zelenskyy berada di Madrid untuk bertemu dengan sekutu-sekutu Eropa menjelang perundingan dengan delegasi Rusia dan AS di Abu Dhabi pekan depan. Mereka diperkirakan akan membahas kemungkinan bentuk gencatan senjata, yang berpotensi dimulai dengan penghentian sementara serangan terhadap infrastruktur energi.

(bbn)

No more pages