Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan harga kontrak berjangka, investor memperkirakan The Fed kemungkinan akan kembali menaikkan suku bunga pada Desember dan sekali lagi pada Maret.

Dalam kesempatan terpisah pada Kamis (5/11), Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Tom Barkin kembali menegaskan dukungannya terhadap kenaikan suku bunga secara “bertahap”. Namun, ia enggan menyebutkan seberapa tinggi suku bunga perlu dinaikkan.

Pimpinan The Fed Cleveland itu juga membahas dominasi dolar AS. Menurutnya, posisi tersebut ditopang oleh supremasi hukum yang kuat di AS, ketersediaan dolar di pasar yang kuat dan likuid, serta independensi bank sentral.

Hammack juga menyoroti perkembangan stablecoin, yakni token digital yang nilainya didukung oleh mata uang negara berdaulat, biasanya dolar AS.

Meski saat ini penggunaan stablecoin masih terbatas, pemanfaatannya dapat berkembang pesat jika perusahaan dengan jaringan pelanggan besar yang sudah mapan, seperti Google atau Amazon, menerbitkan token mereka sendiri. Sistem kecerdasan buatan (AI) otonom juga berpotensi meningkatkan penggunaan stablecoin.

“Jika kita mulai melihat lebih banyak agen AI yang perlu membeli dan menjual barang, lalu mereka menggunakan stablecoin atau aset digital lainnya alih-alih menyalurkan pembayaran melalui kartu kredit atau sistem pembayaran tradisional, hal itu dapat membawa perubahan yang signifikan,” katanya. “Kita belum melihat penggunaan seperti itu saat ini, tetapi kami tentu terus mencermatinya.”

Pola Pikir Inflasioner

Hammack sebelumnya telah memperingatkan bahwa guncangan pasokan yang terjadi berulang kali meningkatkan risiko perusahaan dan konsumen mengembangkan pola pikir inflasioner. Kondisi tersebut dapat mempersulit bank sentral mencapai target inflasi sebesar 2 persen.

Pada Kamis, ia mengatakan inflasi telah berada di atas target selama hampir enam tahun. Ia juga kembali menegaskan bahwa tekanan harga tampaknya bersifat luas dan dipengaruhi oleh faktor penawaran maupun permintaan.

Ia turut mengatakan bahwa dirinya melihat tanda-tanda pasar tenaga kerja AS—yang selama berbulan-bulan terjebak dalam pola perekrutan dan pemutusan hubungan kerja yang rendah—mulai menunjukkan sedikit peningkatan aktivitas.

“Saya melihat perekonomian yang, dari sisi ketenagakerjaan dalam mandat kami, berjalan cukup baik,” katanya. “Jika ada, saya melihat beberapa tanda terbatas bahwa pasar tenaga kerja berpotensi menguat.”

Hammack berbicara dua hari setelah Partai Demokrat meraih kemenangan besar dalam pemilihan paruh waktu AS dan berhasil menguasai kedua kamar Kongres. Pergeseran kekuasaan ini berpotensi melindungi The Fed dari upaya Donald Trump untuk memengaruhi kebijakan suku bunga.

Pada Kamis, Hammack menekankan pentingnya kemampuan bank sentral menetapkan suku bunga tanpa campur tangan politik.

“Melalui berbagai tindakannya, The Fed telah membangun kredibilitas sebagai lembaga yang menjalankan kebijakan moneter berdasarkan bukti dan data ekonomi, bukan tekanan politik jangka pendek,” kata Hammack. “Kredibilitas tersebut membantu kami mencapai berbagai tujuan, termasuk menjaga inflasi tetap rendah dan stabil, sekaligus mendukung status dolar.”

Hammack dan Barkin sama-sama tidak menganggap perubahan yang direncanakan terhadap jumlah rapat tahunan para pembuat kebijakan The Fed untuk menentukan suku bunga sebagai hal yang besar. Gubernur The Fed Kevin Warsh mengatakan pekan lalu bahwa dirinya berencana beralih pada 2028 ke jadwal baru. Dalam skema tersebut, para pejabat tetap akan menggelar delapan rapat setiap tahun, tetapi hanya menetapkan suku bunga dalam enam rapat. Dua rapat lainnya akan digunakan untuk membahas “strategi kebijakan moneter secara luas”.

“Perubahannya cukup kecil, dari delapan menjadi enam,” kata Hammack.

(bbn)

No more pages