Sebagian besar subsidi mengalir ke perusahaan-perusahaan minyak terbesar Rusia—mulai dari Rosneft PJSC hingga Tatneft PJSC—yang menguasai kilang-kilang utama.
Pembayaran ini memberikan dukungan finansial vital bagi perusahaan-perusahaan tersebut saat mereka berupaya memperbaiki fasilitas yang rusak akibat serangan drone Ukraina. Pemerintah tetap mempertahankan kebijakan subsidi ini, meski pada saat yang sama melarang ekspor sebagian besar diesel, bensin, dan bahan bakar jet.
Meningkatnya nilai pembayaran ini terus menguras kas negara. Menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan data Kementerian Keuangan, pembayaran untuk Oktober setara dengan sekitar setengah dari pendapatan bersih anggaran Rusia dari sektor minyak sebesar 829 miliar rubel. Total subsidi yang telah disalurkan sepanjang tahun ini mencapai hampir US$20 miliar.
Pada paruh pertama Oktober, militer Ukraina menyerang sejumlah fasilitas pengolahan minyak utama Rusia, termasuk kilang terbesar di negara itu di Omsk, Siberia Barat.
Aksi tersebut sempat dihentikan pada paruh kedua bulan lalu menyusul seruan Presiden Donald Trump agar serangan dihentikan—langkah yang diambilnya demi menekan harga bahan bakar di AS menjelang Pemilu sela.
Total pendapatan bersih Rusia dari sektor minyak dan gas pada Oktober mencapai 971,2 miliar rubel, naik lebih dari 9% secara tahunan (year-on-year), menurut perhitungan Bloomberg berdasarkan data Kementerian Keuangan.
Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan bulan sebelumnya, karena mencakup sebagian pajak berbasis laba yang dibayarkan oleh produsen minyak Rusia untuk tahun ini.
(bbn)

























