“Langkah ekspansi ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk terus meningkatkan ketahanan energi nasional serta memperkuat portofolio bisnis hulu migas di kancah global,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Akuisisi tersebut menambah langkah strategis Pertamina dalam mengembangkan aset hulu migas internasional. Perusahaan tidak hanya berupaya memperluas cakupan bisnis di luar negeri, tetapi juga mengoptimalkan kontribusi aset internasional terhadap kebutuhan energi domestik.
Penguatan portofolio internasional juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pertamina dalam menjaga keberlanjutan bisnis hulu migas. Melalui penambahan hak partisipasi di tiga lapangan tersebut, perusahaan berupaya meningkatkan kapasitas pengelolaan aset sekaligus memperluas peluang pengembangan produksi hidrokarbon.
Pertamina Perkuat Portofolio Hulu Migas Internasional
Langkah akuisisi di Aljazair merupakan bagian dari upaya Pertamina Hulu Energi (PHE) memperkuat posisi bisnis hulu migas perusahaan di tingkat global. PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina terus mendorong pengembangan aset internasional dengan mempertimbangkan potensi produksi serta keberlanjutan kegiatan operasional.
Pengelolaan aset di luar negeri menjadi salah satu instrumen Pertamina untuk memperluas sumber pasokan migas. Dengan memiliki portofolio yang tersebar di sejumlah wilayah, perusahaan memiliki peluang untuk mengoptimalkan produksi dari berbagai aset hulu yang dikelola.
Dalam konteks tersebut, Cekungan Berkine menjadi salah satu kawasan strategis bagi pengembangan bisnis Pertamina di Aljazair. Akuisisi hak partisipasi pada lapangan RKF, BMS, dan ORD diharapkan memperkuat posisi perusahaan dalam pengelolaan aset hidrokarbon di kawasan tersebut.
Namun, realisasi manfaat dari transaksi ini tetap bergantung pada penyelesaian seluruh proses akuisisi dan tahapan persetujuan regulator. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, Pertamina melalui PAEP dapat melanjutkan pengelolaan investasi sesuai dengan ketentuan dan mekanisme operasional yang berlaku di Aljazair.
PAEP sendiri merupakan anak perusahaan PT Pertamina Internasional EP (PIEP), yang berada dalam struktur Subholding Upstream Pertamina. Sementara itu, PHE merupakan induk subholding yang bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan bisnis hulu migas Pertamina.
PAEP telah menjalankan kegiatan operasional dan investasi hulu migas Pertamina di Aljazair sejak 2012. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis internasional perusahaan, terutama dalam membangun keberlanjutan investasi dan memperkuat hubungan kerja sama dengan mitra energi setempat.
Selama menjalankan operasional di negara tersebut, PAEP juga berkomitmen menciptakan nilai jangka panjang bagi sektor energi Aljazair. Salah satu upayanya dilakukan melalui investasi strategis bersama Sonatrach, perusahaan energi nasional Aljazair.
Kehadiran PAEP selama lebih dari satu dekade memberikan landasan bagi Pertamina untuk terus mengembangkan peluang bisnis di kawasan tersebut. Dengan pengalaman operasional yang telah dimiliki, perusahaan berupaya mengoptimalkan potensi aset sekaligus memperkuat kontribusi bisnis internasional terhadap strategi korporasi secara keseluruhan.
Strategi Bring the Barrel Home untuk Ketahanan Energi
Selain memperluas portofolio bisnis internasional, investasi Pertamina di Aljazair juga berkaitan dengan implementasi strategi Bring the Barrel Home. Strategi tersebut menitikberatkan pada optimalisasi potensi produksi dari aset-aset hulu migas internasional untuk mendukung peningkatan pasokan minyak dan gas bagi Indonesia.
Melalui pendekatan tersebut, pengembangan aset di luar negeri tidak semata-mata diarahkan untuk memperbesar skala bisnis perusahaan. Pertamina juga berupaya memastikan investasi internasional dapat memberikan kontribusi terhadap kepentingan energi nasional.
Optimalisasi produksi dari aset internasional menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketersediaan pasokan energi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk menjaga ketahanan energi di tengah dinamika industri migas global dan tantangan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.
Dalam implementasinya, pengelolaan aset internasional membutuhkan strategi investasi yang terukur, keandalan operasi, serta pengawasan terhadap kinerja produksi. Karena itu, pengembangan tiga lapangan hidrokarbon di Cekungan Berkine menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk memperkuat kapasitas bisnis hulu migas secara berkelanjutan.
PHE menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan pengembangan bisnis hulu migas dengan memperhatikan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Prinsip tersebut menjadi salah satu landasan perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha, baik di dalam maupun luar negeri.
Penerapan ESG mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Dalam kegiatan hulu migas, pengelolaan operasional yang berkelanjutan menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis, tanggung jawab lingkungan, dan kontribusi terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Di sisi lain, Pertamina juga menempatkan integritas sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan. PHE terus mendorong penguatan budaya kepatuhan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG), serta upaya pencegahan kecurangan atau fraud.
Langkah tersebut ditujukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang profesional, transparan, dan beretika. Penguatan tata kelola juga menjadi elemen penting dalam memastikan setiap investasi dan kegiatan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan kesepakatan akuisisi tiga lapangan hidrokarbon di Aljazair, Pertamina melanjutkan strategi penguatan bisnis hulu migas internasional. Penyelesaian transaksi dan persetujuan regulator menjadi tahapan berikutnya sebelum perusahaan dapat merealisasikan pengembangan aset tersebut.
Ke depan, optimalisasi aset internasional diharapkan dapat memperkuat portofolio hulu migas Pertamina sekaligus mendukung strategi peningkatan pasokan energi nasional melalui implementasi Bring the Barrel Home.
(tim)





























