Logo Bloomberg Technoz

Adapun saham–saham LQ45 juga menguat hingga menjadi pendorong IHSG, adalah saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melesat 14,6%, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melejit 9,45%. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terapresiasi 8,28%.

Sama halnya, tren bullish juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat kenaikan 7,06%, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menguat 6,57%. Saham PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) terapresiasi 6,15%.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 berhasil tercatat tumbuh sebesar 5,47% secara tahunan (year–on–year/yoy).

Jauh lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus Bloomberg yang memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% yoy pada kuartal III-2026. Pencapaian itu juga menguat dari level 5,29% pada kuartal sebelumnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp6.741 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp3.633,2 triliun.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 secara tahunan dibanding kuartal III-2025 tumbuh 5,47%. Kinerja ini ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik,” papar Edy.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai kuartal III-2026 tercatat mencapai 5,45%.

Terlebih lagi, melansir Panin Sekuritas, IHSG ditutup menguat 1,96% di level 5.016 pada Sesi I, mencatatkan penguatan yang signifikan, di mana pasar tengah pricing terhadap melemahnya harga minyak mentah di pasar global seiring dengan prospek Perang AS–Iran yang dinilai akan mengurangi eskalasi militernya imbas ekspektasi legislative gridlock oleh Partai Demokrat yang berhasil menguasai Senat dan DPR AS pada midterm election 3 November 2026. 

“Tentunya itu akan memberikan near-term relief terhadap tekanan fiskal dan cadangan devisa Indonesia,” mengutip paparan Panin Sekuritas, biarpun mencermati repricing total masih belum terlihat, sehingga IHSG berpotensi tetap bergerak volatile. 

Perlu dicermati juga pasar masih terbebani oleh tekanan outflow oleh investor asing seiring pasar masih ingin melihat penegakan aturan yang kredibel oleh SRO–OJK untuk menanggapi kecemasan terkait reklasifikasi MSCI. 

(fad)

No more pages