Logo Bloomberg Technoz

Kelompok yang menjadi prioritas penerima manfaat meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta santri di lingkungan pesantren. 

Melalui penambahan dapur tersebut, BGN berharap layanan MBG dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

"Dapur-dapur ini kami arahkan ke daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi serta daerah tertinggal, terdepan dan terluar. Prioritas penerima manfaat mencakup ibu hamil, ibu menyusui, balita serta santri di lingkungan pesantren," kata Agustina.

Sebelumnya, pada Oktober 2026, BGN telah mengaktivasi 1.460 SPPG di 32 provinsi. Seluruh dapur tersebut diprioritaskan untuk wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi maupun sangat tinggi. Memasuki November, proses perluasan kembali dilanjutkan dengan mengaktivasi 953 SPPG di 34 provinsi.

BGN juga merencanakan aktivasi dapur baru dengan jumlah serupa pada pekan berikutnya. Namun, dapur yang telah terdaftar sebagai mitra tidak otomatis dapat langsung beroperasi. BGN terlebih dahulu memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga kerja untuk mendukung produksi serta distribusi makanan.

"Dapur baru yang kami aktivasi adalah dapur yang dapat membuktikan kesiapannya, baik secara infrastruktur maupun personel, mampu melakukan produksi dan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai tata kelola keamanan pangan," jelasnya.

Selain kesiapan fasilitas, setiap SPPG yang diaktivasi juga wajib memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Persyaratan ini diperlukan untuk memastikan tempat pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Agustina turut mengingatkan calon mitra agar mengikuti seluruh prosedur aktivasi melalui mekanisme resmi BGN. Dia menegaskan proses pembukaan dapur dilakukan melalui sistem sehingga tidak ada pungutan atau pembayaran kepada pihak yang mengatasnamakan lembaga tersebut.

"Pembukaan SPPG berjalan lewat sistem. Tidak ada pihak yang berwenang mengatasnamakan BGN untuk meminta imbalan. Jika Bapak dan Ibu menemukannya, simpan buktinya dan laporkan kepada pihak berwajib," tegasnya.

BGN menyatakan aktivasi dapur MBG akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan penerima manfaat dan kesiapan operasional di masing-masing daerah.

(dec/spt)

No more pages