Partai Demokrat juga diuntungkan oleh tingginya partisipasi pendukung setia mereka, yang datang memberikan suara lebih awal dan dalam jumlah besar. Menurut Voter Poll, pemilih yang mendukung Kamala Harris pada 2024 mencakup 49% dari pemilih dalam pemilihan paruh waktu, lebih banyak dibandingkan pendukung Trump yang mencapai 44%.
Namun, Partai Demokrat juga memperoleh dukungan penting dari pemilih Trump yang kecewa dan kemungkinan turut menentukan kemenangan mereka dalam sejumlah persaingan ketat. Sekitar 7% pemilih Trump mendukung kandidat Demokrat untuk DPR, sedangkan hanya 2% pemilih Harris yang beralih mendukung Partai Republik. Di antara pemilih Partai Republik yang tidak mengidentifikasi diri dengan gerakan MAGA Trump, 15% memilih kandidat Demokrat.
Peralihan dukungan bahkan lebih besar dalam sejumlah persaingan utama di Senat. Hasil jajak pendapat setelah pemungutan suara menunjukkan bahwa 11% pemilih Trump pada 2024 mendukung kandidat Demokrat, James Talarico di Texas dan dokter anak Annie Andrews di South Carolina. Andrews mengalahkan Darline Graham untuk merebut kursi yang sebelumnya diduduki mendiang kakaknya, Lindsey Graham. Kemenangan tersebut menjadi kejutan awal yang turut mewarnai malam pemilu, ketika Partai Demokrat akhirnya meraih sedikitnya tujuh tambahan kursi di Senat.
Pemilih dalam pemilihan paruh waktu biasanya didominasi kelompok usia yang lebih tua dibandingkan pemilih dalam pemilihan presiden. Namun, pemilih muda yang berpartisipasi tahun ini menunjukkan pergeseran dukungan yang signifikan ke Partai Demokrat. Menurut jajak pendapat setelah pemungutan suara, sebanyak 43% pemilih berusia 18–29 tahun mendukung Trump pada 2024. Pada Selasa, hanya 25% dari kelompok usia tersebut yang memilih kandidat Partai Republik dalam pemilihan DPR.
Angka-angka tersebut memberikan gambaran awal mengenai basis dukungan masing-masing partai. Namun, data tambahan yang akan dirilis dapat sedikit mengubah gambaran tersebut. Perbandingan antara hasil pemilihan presiden 2024 dan pemilihan anggota Kongres 2026 juga memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain perbedaan metodologi survei, adanya daerah pemilihan tanpa persaingan, serta perbedaan tingkat partisipasi pemilih.
Meski demikian, angka-angka tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai peta persaingan pada 2028. Basis pendukung utama Trump sebagian besar masih bertahan. Sebanyak 99% pemilih yang mengidentifikasi diri dengan gerakan Make America Great Again (MAGA) memilih Partai Republik. Partai tersebut juga masih meraih 61% suara dari pemilih di wilayah pedesaan. Kehilangan dukungan terbesar justru terjadi pada kelompok-kelompok yang sebelumnya memberikan tambahan suara bagi koalisi Partai Republik, terutama pemilih muda. Dukungan dari kelompok-kelompok inilah yang membantu Trump kembali memenangkan Gedung Putih pada 2024, setelah kekalahannya pada 2020.
Trump sendiri kemungkinan menjadi faktor terbesar yang membebani Partai Republik dalam pemilihan Selasa. Meski diperkirakan tetap akan memengaruhi peta persaingan kandidat presiden pada 2028, Trump tidak dapat kembali mencalonkan diri karena konstitusi melarang seseorang menjabat sebagai presiden untuk masa jabatan ketiga.
Hasil pemilihan Selasa menjadi tolok ukur penilaian publik terhadap masa jabatan kedua Trump. Hanya 37% pemilih yang menyetujui kinerjanya sebagai presiden. Sebanyak 44% mengatakan salah satu alasan mereka memilih kandidat DPR adalah untuk menentang Trump, sementara hanya 16% yang menyatakan memilih untuk mendukungnya.
Sekitar dua pertiga pemilih menilai kebijakan Trump telah memperburuk kondisi ekonomi. Sebanyak 63% juga lebih menyalahkan kebijakan Trump dibandingkan faktor-faktor di luar kendalinya atas kenaikan harga. Selain itu, menurut jajak pendapat setelah pemungutan suara, 63% pemilih dalam pemilihan paruh waktu menilai keputusan untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran sebagai langkah yang keliru.
Pemilih yang tidak memberikan suara pada 2024—baik karena belum terdaftar maupun karena memilih tidak datang ke tempat pemungutan suara—mencakup 4% dari keseluruhan pemilih pada Selasa. Kelompok ini juga memberikan dukungan besar kepada Partai Demokrat, dengan perolehan 70% berbanding 25%.
(bbn)


























