Logo Bloomberg Technoz

"Untuk pilot project ini, kami coba dengan step kecil dulu, 5 megawatt di Kamojang. Kita bangkitkan menggunakan energi geothermal di Kamojang," kata Edwil.

Menurut dia, pengembangan proyek diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua tahun. Selain penyelesaian aspek teknis, perseroan masih perlu mematangkan model komersial agar proyek tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Edwil mengatakan pengembangan pusat data berbasis panas bumi menjadi salah satu upaya PGEO memperluas pemanfaatan energi panas bumi di luar bisnis utama pembangkitan listrik.

Perseroan juga ingin membuka peluang permintaan atau off-taker baru agar pengembangan potensi panas bumi tidak hanya bergantung pada pembeli listrik konvensional.

PGEO membuka peluang pengembangan proyek serupa di wilayah kerja panas bumi lainnya, apabila pilot project di Kamojang berjalan sesuai rencana. Edwil menyebut perseroan memiliki 15 wilayah kerja panas bumi yang tersebar di Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.

Dia mencontohkan PGEO memiliki potensi pengembangan sekitar 400 MW di Sulawesi dan lebih dari 2 gigawatt (GW) di Sumatra. Potensi tersebut dapat menjadi peluang pengembangan pusat data berbasis panas bumi pada tahap berikutnya.

Melalui proyek percontohan ini, PGEO ingin membuktikan kelayakan teknologi, aspek lingkungan, dan komersial dari penggunaan energi panas bumi secara langsung untuk mendukung operasional pusat data.

(fik/ros)

No more pages