Dinamika ini membuat harga minyak dunia naik lagi. Pagi ini, harga minyak jenis brent naik 1,15% ke US$ 104,82/barel.
Kenaikan harga minyak menjadi risiko bagi emas. Sebab, harga energi yang bertahan tinggi membuat dunia dalam ancaman inflasi sehingga membuat bank sentral di berbagai negara sulit untuk tidak menaikkan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menarik saat suku bunga tinggi.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana perkiraan gerak harga emas hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 36. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Lalu indikator Stochastic RSI ada di 44. Menghuni area jual (short), tetapi belum terlalu kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya berpeluang naik. Target resisten terdekat adalah US$ 3.941/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Kemudian ada potensi menuju MA-10 di US$ 3.987/troy ons.
Target paling optimistis ada di US$ 4.050/troy ons.
Namun andai harga emas turun lagi, maka US$ 3.902/troy ons rasanya bisa menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga ke kisaran US$ 3.890-3852/troy ons.
Target paling pesimistis adalah US$ 3.809/troy ons.
(aji)



























