Sebanyak 188 saham terkoreksi lebih dari 2%. Kemudian 153 saham turun di bawah 2%, 259 saham stagnan, 148 saham naik kurang dari 2%, dan 215 saham menguat lebih dari 2%.
Investor asing mengakumulasikan jual bersih (net sell) Rp 112,47 miliar sepanjang perdagangan kemarin. Dengan begitu, posisi investor asing sepanjang 2026 adalah net sell Rp 98,03 triliun.
Berikut adalah sejumlah saham yang menjadi top movers sehingga ‘membopong’ IHSG hingga ke jalur hijau:
-
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) menyuumbang 4,59 poin.
-
PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) menyumbang 4,43 poin.
-
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 4,14 poin.
-
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyumbang 4,11 poin.
-
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyumbang 3,8 poin.
Sementara itu, saham-saham ini menjadi top laggards dan menjadi beban bagi gerak Indeks:
-
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengurangi 3,15 poin.
-
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengurangi 2,28 poin.
-
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengurangi 1,98 poin.
-
PT Bukit Aman (Persero) Tbk (PTBA) mengurangi 1,41 poin.
-
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengurangi 1,23 poin.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana ‘ramalan’ IHSG untuk hari ini, Selasa (3/11/2026)? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), IHSG masih terbenam di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 30.
RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Bahkan RSI IHSG sudah menempati batas jenuh jual (oversold).
Meski begitu, indikator Stochastic RSI ada di 66. Menghuni area beli (long) yang lumayan kuat.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi menguat. Target resisten terdekat adalah Moving Average (MA) 5 di 5.160. Jika tertembus, maka MA-10 di 5.261 bisa menjadi target berikutnya.
Namun seandainya IHSG melemah, maka pivot point 5.051 patut menjadi perhatian. Jika tertembus, maka ada risiko untuk menguji support 5.044-4.950.
(aji)

























