Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS belum segera menanggapi permintaan komentar.
Inisiatif PURL merupakan pilar utama upaya NATO memperkuat pertahanan Ukraina. Melalui program ini, negara-negara sekutu dapat membiayai pembelian senjata AS yang kemudian dikirim ke Kyiv. Pengiriman sebelumnya mencakup sejumlah perlengkapan pertahanan udara penting dan peralatan militer lainnya.
Dorongan untuk menambah pendanaan tersebut mengindikasikan bahwa Pentagon tidak membiarkan pernyataan-pernyataan keras dalam hubungan Washington dan Kyiv mengganggu peran penting perusahaan pertahanan AS dalam memasok senjata bagi Ukraina. AS bahkan tetap mengirimkan senjata ketika pendanaan dari negara-negara sekutu tertinggal dibandingkan laju pengiriman dari pihak AS, menurut sumber-sumber tersebut.
Kritik terhadap Zelenskyy antara lain disampaikan Trump dan CEO SpaceX Elon Musk, yang sama-sama menyerukan agar presiden Ukraina itu mundur. Zelenskyy menuduh AS memperlambat kecepatan layanan internet satelit Starlink milik SpaceX yang penting bagi militernya, serta menunda pengiriman rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot melalui program PURL sebelumnya. Pejabat Ukraina juga menuduh AS sesekali menghentikan pembagian informasi intelijen, tuduhan yang dibantah Washington.
Perbedaan antara bantuan pertahanan AS dan pernyataan Trump tersebut telah membingungkan negara-negara sekutu AS. Situasi ini terkadang juga mempersulit upaya membujuk mereka untuk membiayai pengadaan senjata baru, terutama karena negara-negara Eropa mulai enggan mendanai perang yang kini memasuki tahun kelima, menurut sejumlah sumber tersebut. Beberapa negara besar Eropa, termasuk Spanyol, Prancis, dan Italia, juga akan menggelar pemilihan umum tahun ini atau tahun depan.
Bulan lalu, AS mengancam akan menghentikan pengiriman senjata melalui program PURL sebagai respons terhadap serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia, menurut sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut. Namun, ancaman itu tidak direalisasikan dan program tersebut tetap berjalan, kata mereka.
Di luar inisiatif PURL, Departemen Luar Negeri AS pada Jumat menyetujui penjualan militer luar negeri berupa rudal Patriot senilai US$2,1 miliar kepada Kyiv. Pembelian tersebut didanai melalui sumbangan dari Kanada, Jerman, Norwegia, dan Uni Eropa. Penjualan militer luar negeri semacam ini umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun sejak persetujuan diberikan hingga senjata dikirimkan.
(bbn)



























