Logo Bloomberg Technoz

Capaian tersebut menunjukkan bahwa forum internasional dapat menjadi salah satu saluran pemasaran potensial bagi produk lokal. Selain menghasilkan transaksi selama kegiatan berlangsung, pertemuan dengan calon mitra juga membuka peluang pasar yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan setelah acara berakhir.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Program pembinaan UMKM Pertamina dirancang untuk membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing. Kami berharap pertumbuhan UMKM juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat secara langsung,” ujar Baron.

Menurut Baron, pengembangan UMKM tidak semata-mata diarahkan pada peningkatan skala bisnis maupun nilai penjualan. Program pembinaan juga diharapkan dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, terutama melalui penguatan potensi usaha di daerah.

Dengan kapasitas bisnis yang semakin baik dan akses pemasaran yang terbuka, pelaku UMKM memiliki peluang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas kontribusi terhadap perekonomian lokal. Produk yang sebelumnya hanya menjangkau konsumen domestik juga berpeluang memasuki pasar yang lebih kompetitif.

Pertamina Perluas Akses Pasar UMKM melalui Forum Internasional

Keterlibatan lima UMKM binaan dalam ASCOPE 2026 menjadi salah satu langkah Pertamina untuk memperluas kesempatan promosi produk lokal. Forum internasional dinilai memiliki nilai strategis karena mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor energi dan bisnis di kawasan Asia Tenggara.

Dalam kegiatan tersebut, produk UMKM dapat diperkenalkan kepada audiens yang lebih beragam. Kesempatan ini sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memahami potensi kebutuhan pasar, membangun komunikasi dengan calon mitra, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih luas.

Toosi Coffee, Econiq, Bali Pure, Haluan Bali, dan Pertenunan Astini membawa identitas produk yang mencerminkan kekayaan sumber daya serta kreativitas lokal. Keberagaman tersebut menjadi salah satu kekuatan produk UMKM Indonesia dalam memperkenalkan karakteristik daerah kepada pasar internasional.

Bagi pelaku usaha, akses terhadap forum semacam ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan eksposur produk. Selain memperkenalkan merek, interaksi dengan calon pembeli juga berpotensi memberikan masukan mengenai kualitas, inovasi, dan standar produk yang dibutuhkan pasar.

Capaian transaksi hingga ratusan juta rupiah selama ASCOPE 2026 memperlihatkan adanya peluang komersial dari partisipasi tersebut. Namun, manfaat kegiatan tidak hanya diukur melalui penjualan langsung, melainkan juga dari potensi kerja sama dan keberlanjutan hubungan bisnis yang terbentuk.

Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus mendorong UMKM binaan untuk meningkatkan kapasitas usaha. Dukungan tersebut mencakup pengembangan bisnis, perluasan jangkauan pemasaran, serta penguatan daya saing agar produk lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.

Upaya pembinaan tersebut juga diarahkan agar UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar. Penguatan kualitas produk dan kapasitas produksi menjadi bagian penting untuk memastikan pelaku usaha dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam skala yang lebih besar.

Sejalan dengan Agenda Pembangunan Ekonomi Nasional

Program pemberdayaan UMKM Pertamina turut mendukung agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, program ini sejalan dengan Tujuan 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Melalui pengembangan usaha lokal, UMKM diharapkan dapat berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Penguatan kapasitas bisnis juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan inovasi dan meningkatkan kualitas produk.

Selain itu, pemberdayaan UMKM menjadi bagian dari dukungan terhadap Asta Cita ketiga, terutama dalam penguatan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Pengembangan sektor UMKM dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat struktur perekonomian nasional. Dengan jumlah pelaku usaha yang tersebar di berbagai daerah, peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM dapat membantu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.

Pertamina berkomitmen melanjutkan pembinaan agar UMKM binaan memiliki kesempatan untuk meningkatkan skala usaha dan memperluas jangkauan pasar. Akses terhadap berbagai kegiatan promosi dan forum bisnis menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pencapaian tersebut.

Keikutsertaan lima UMKM dalam ASCOPE 2026 menjadi gambaran bagaimana produk lokal dapat memanfaatkan forum internasional untuk memperluas peluang bisnis. Dengan dukungan pembinaan, kualitas produk, serta jejaring pemasaran yang semakin kuat, UMKM diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah sekaligus membawa potensi Indonesia ke pasar global.

(tim)

No more pages