Bagi Sissy, partisipasi dalam SMEXPO menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi produk keramik yang baru dikembangkan pada tahun ini. Kehadiran dalam pameran tersebut diharapkan dapat memperluas pengenalan produk sekaligus menjangkau konsumen yang lebih beragam.
“Kami membutuhkan sarana seperti SMEXPO untuk memperkenalkan produk ini kepada pasar,” ungkapnya.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan SMEXPO merupakan bagian dari program pembinaan UMKM yang dirancang untuk memperluas akses pasar bagi para mitra binaan. Menurut dia, pengembangan usaha tidak cukup dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga perlu diikuti dengan upaya mempertemukan produk dengan calon konsumen.
Program tersebut telah diselenggarakan di sejumlah daerah, antara lain Pekanbaru, Cirebon, dan Yogyakarta. Pertamina juga merencanakan pelaksanaan SMEXPO di Cilacap sebelum menggelar puncak kegiatan melalui SMEXPO nasional di Jakarta.
Penyelenggaraan di berbagai kota tersebut bertujuan memberikan kesempatan yang lebih merata kepada UMKM binaan Pertamina untuk memasarkan produknya. Dengan demikian, pelaku usaha dari berbagai daerah memiliki peluang untuk memperluas jaringan konsumen tanpa hanya bergantung pada pasar di wilayah asal.
“Melalui SMEXPO, selain membina UMKM, kita juga mempertemukan mereka dengan pasarnya,” kata Arya.
SMEXPO Perkuat Akses Pasar dan Penyerapan Tenaga Kerja
Dalam pelaksanaan di Bekasi, sebanyak 50 UMKM turut berpartisipasi. Jumlah tersebut terdiri atas 25 UMKM yang hadir secara langsung untuk memasarkan produknya dan 25 UMKM lainnya yang produknya dipasarkan di lokasi kegiatan.
Penyelenggaraan SMEXPO Bekasi turut melibatkan dukungan Pertamina Foundation dan sejumlah entitas Pertamina Group. Beberapa perusahaan yang berpartisipasi antara lain Patra Jasa, Perta Life Insurance, IHC, dan Pertamina Lubricants.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pemberdayaan UMKM melalui dukungan lintas entitas perusahaan. Selain menyediakan ruang promosi, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kemitraan dan memperluas jangkauan pemasaran produk usaha binaan.
Arya menjelaskan, peningkatan penjualan menjadi salah satu indikator penting dalam keberhasilan program pengembangan UMKM. Pertumbuhan omzet tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi pemilik usaha, tetapi juga berpotensi menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
Ketika permintaan terhadap produk meningkat, pelaku usaha memiliki peluang untuk memperbesar kapasitas produksi. Kondisi tersebut dapat mendorong kebutuhan tenaga kerja tambahan sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
“Kalau UMKM mendapatkan penjualan yang bagus, dampaknya juga dirasakan oleh para pekerjanya. Mereka bisa memperluas bisnis dengan lebih cepat dan berpotensi meningkatkan lapangan kerja,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, pengembangan UMKM tidak hanya diarahkan pada peningkatan jumlah pelaku usaha yang memperoleh pembinaan. Lebih jauh, program pemberdayaan diharapkan mampu mendorong usaha binaan tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Pendampingan UMKM Jadi Kunci Pengembangan Usaha
Sementara itu, Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adiwardhana, menilai pengembangan UMKM membutuhkan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, terdapat tiga tantangan utama yang masih dihadapi pelaku usaha, yakni akses pembiayaan, akses pasar, dan kualitas produk.
Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam menentukan kemampuan UMKM untuk berkembang. Pembiayaan diperlukan untuk mendukung kegiatan operasional dan peningkatan kapasitas produksi, sedangkan akses pasar membantu pelaku usaha memperluas penjualan.
Di sisi lain, kualitas produk menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing. Tanpa kualitas yang memadai, peluang pasar yang terbuka belum tentu dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha.
Karena itu, pendampingan tidak hanya diperlukan pada tahap awal pengembangan bisnis. Pelaku UMKM juga membutuhkan dukungan dalam meningkatkan standar produk, mengembangkan inovasi, serta menyesuaikan strategi pemasaran dengan kebutuhan konsumen.
“Harapannya, UMKM yang mendapatkan pengembangan dan pendampingan bisa berkembang hingga mampu menembus pasar global,” ujar Gusman.
Saat ini, program pemberdayaan Pertamina Foundation telah menjangkau mitra binaan dan local heroes di 28 provinsi di Indonesia. Program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas produk, penguatan daya saing, serta pengembangan kemandirian usaha.
Jangkauan program di berbagai wilayah tersebut mencerminkan upaya memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi usaha lokal. Dengan pendampingan yang tepat, produk UMKM diharapkan tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga memiliki kesempatan memasuki pasar internasional.
Dampak pemberdayaan UMKM terhadap masyarakat juga menjadi perhatian Ketua Umum Persatuan Wanita Patra (PWP), Priscilia Simon Mantiri. Menurut dia, keberhasilan program pemberdayaan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan omzet atau skala bisnis, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan keluarga dan lingkungan sosial.
Ia menilai, kesempatan dan kepercayaan merupakan faktor penting yang dapat mendorong seseorang mengembangkan potensi serta membangun usaha secara mandiri. Dukungan tersebut diperlukan agar pelaku UMKM memiliki ruang untuk berinovasi dan meningkatkan kapasitas bisnisnya.
“Yang dibutuhkan seseorang untuk berkembang bukan hanya kemampuan atau modal, tetapi juga kesempatan dan kepercayaan,” ujar Priscilia.
Priscilia juga memberikan apresiasi kepada perempuan yang menjalankan usaha mikro, kecil, dan menengah. Menurut dia, perempuan pelaku UMKM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan usaha dinilai dapat memberikan dampak yang lebih luas. Selain meningkatkan pendapatan rumah tangga, aktivitas usaha juga berpotensi membuka kesempatan kerja dan memperkuat kemandirian ekonomi di lingkungan sekitar.
Melalui SMEXPO 2026, Pertamina berupaya menghubungkan pembinaan usaha dengan peluang pasar yang lebih konkret. Dukungan promosi, pendampingan, dan kolaborasi antarekosistem diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan skala bisnis sekaligus memperluas kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
(tim)





























