Prediksi Rupiah Hari Ini, Bisakah ke Bawah Rp18.000/US$?
Tim Riset Bloomberg Technoz
02 November 2026 08:06

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah berisiko tertekan pada perdagangan Senin (2/11/2026) lantaran sejumlah sentimen eksternal dan indikator ekonomi yang jadi pemberat. Dari pasar luar negeri, pergerakan rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) menunjukkan pelemahan terbatas 0,04% ke Rp18.161/US$ pada 07:19 WIB.
Pelemahan rupiah offshore merespons kenaikan terbatas indeks dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 0,09% ke 101,97. Sementara harga minyak mentah cukup akomodatif bagi rupiah dan mata uang Asia lainnya, lantaran terpangkas 4,94% ke US$111,83/US$.
Meski begitu, respons di pasar valuta belum sepenuhnya positif. Data Bloomberg menunjukkan sebagian besar mata uang kawasan berada di zona merah dengan yen Jepang melemah paling tajam. Namun, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, dolar Singapura, dan yuan offshore lebih terbatas.
Tekanan di pasar valuta Asia terjadi lantaran ada kenaikan yield di pasar obligasi global. Yield US Treasury terangkat 1,1 bps ke 4,94%.
Kenaikan ini diikuti obligasi Jepang dan Korea Selatan masing-masing ke 2,76% dan 4%, Australia naik 3 bps jadi 5.14%, dan China naik tipis 0,3 bps jadi 1,62%.



























