Logo Bloomberg Technoz

"Artinya, dari hulu ke hilir itu terintegrasi jadi, hasil usaha rakyat, dan juga import bahan baku tentu dengan pembiayaan yang terhubung dengan pembeli jadi, bahan baku untuk produksi rakyat," jelas Anin. 

Adapun rekomendasi ketiga adalah memperkuat kepastian berusaha di Indonesia agar produk dan perusahaan nasional semakin mampu menembus pasar internasional.

Anin bilang Indonesia tidak boleh berpuas diri dengan capaian surplus perdagangan yang mencapai US$7 miliar pada tahun ini. Menurut dia, pemerintah dan dunia usaha perlu terus membuka peluang pasar baru melalui perjanjian perdagangan internasional, termasuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan Free Trade Agreement (FTA).

Dalam hal ini, Kadin mengusung dua strategi utama, yakni Buy from Indonesia dan Buy Indonesia. Melalui Buy from Indonesia, Kadin ingin mendorong peningkatan ekspor produk nasional ke pasar global. Anindya menyebut Indonesia memiliki potensi besar karena sejumlah komponen produk dari merek internasional berasal dari dalam negeri.

Dia mencontohkan 77 merek global, mulai dari Airbus, Boeing, Dettol, Tesla, Netflix, hingga Nike, yang menggunakan komponen produksi Indonesia. Menurut dia, potensi tersebut perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai ekspor nasional yang saat ini mencapai sekitar US$300 miliar.

Sementara itu, strategi Buy Indonesia diarahkan untuk mendorong investasi ke dalam negeri, termasuk melalui pembelian saham perusahaan Indonesia, surat utang negara, serta penanaman modal asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Anindya menilai investasi langsung atau patient capital penting untuk menopang perekonomian dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, Kadin menyiapkan strategi implementasi melalui lima agenda atau 5D, yakni disiplin dan desentralisasi fiskal, deregulasi, debottlenecking atau penghapusan hambatan usaha, Danantara sebagai enabler, serta dukungan agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas.

(prc/frg)

No more pages