Sementara saham-saham yang menjadi top movers dan membuat IHSG tidak turun lebih dalam antara lain:
-
PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 10,13 poin.
-
PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) menyumbang 2,78 poin.
-
PT Apollo Global Interactive Tbk (BOGA) menyumbang 2,62 poin.
-
PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) menyumbang 2,48 poin.
-
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menyumbang 1,05 poin.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana prediksi gerak IHSG untuk pekan depan? Apakah bisa bangkit atau malah makin terjepit?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), IHSG masih terbenam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 29.
RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Kalau di bawah 30, maka sudah tergolong jenuh jual (oversold).
Kemudian indikator Stochastic RSI ada di 13. Jauh di bawah 20, juga sangat oversold.
Untuk perdagangan minggu depan, IHSG berpeluang naik. Cermati pivot point di 5.267.
Dari situ, ada kemungkinan IHSG menguji Moving Average (MA) 5 di 5.585. Resisten lanjutan ada di MA-10 yaitu 6.021.
Target paling optimistis adalah 6.261.
Namun kalau IHSG jeblok lagi, maka 4.929 sepertinya bisa menjadi support terdekat. Jika tertembus, maka 4.762-4.618 rasanya akan menjadi support lanjutan.
Target paling pesimistis ada di 4.532.
(aji)





























