Logo Bloomberg Technoz

Yield SBN Kian Tinggi, Suahasil Bicara Strategi Akhir Tahun

Pramesti Regita Cindy
30 October 2026 18:40

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pemerintah tetap menjalankan strategi pembiayaan sesuai dengan apa yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), meskipun imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) telah mencapai sekitar 7,7%.

Suahasil menegaskan pembiayaan merupakan bagian dari pelaksanaan APBN yang harus dituntaskan pemerintah untuk mendukung belanja negara. Menurutnya, hal tersebut penting untuk menjaga kredibilitas APBN.

"APBN yang kredibel termasuk APBN yang menuntaskan pembiayaan yang memang harus kita jalankan. Pembiayaan itu lalu buat apa? Pembiayaan yang kita tuntaskan itu adalah untuk belanja negara," kata Suahasil usai agenda Rapimnas Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/10/20226).


Lebih lanjut, Bendahara Negara tersebut juga menyatakan sejumlah faktor eksternal yang perlu diantisipasi, mulai dari kondisi global, volatilitas harga komoditas, hingga kenaikan suku bunga di berbagai negara.

Hal tersebut juga sebagai bagian dari menjaga pelaksanaan belanja negara sebagai bagian pembiayaan APBN, agar tetap fleksibel merespons perkembangan kondisi ekonomi terkini.