Logo Bloomberg Technoz

PENUGASAN LEMIGAS

Skema Impor Baru Diduga Jadi Jalan RI Serap Minyak Sanksi

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 October 2026 10:00

Anjungan minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) di Danau Maracaibo di Cabimas, negara bagian Zulia, Venezuela./Bloomberg-Gaby Oraa
Anjungan minyak Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) di Danau Maracaibo di Cabimas, negara bagian Zulia, Venezuela./Bloomberg-Gaby Oraa

Bloomberg  Technoz, Jakarta – Center of Reform on Economics (Core) menduga skema impor baru melalui badan layanan umum (BLU) Lemigas diterbitkan agar PT Pertamina (Persero) bisa menyerap komoditas minyak dan gas (migas) dari negara-negara terkena sanksi Barat.

Pengamat energi Core Muhammad Ishak Razak menilai regulasi baru tersebut diterbitkan untuk memudahkan impor komoditas migas dari negara terkena sanksi seperti Rusia, tanpa memberikan kerugian ke Pertamina.

Ishak menduga Pertamina menerbitkan surat utang atau obligasi global yang turut memuat ketentuan tak berbisnis dengan perusahaan di negara terkena sanksi.


Dengan begitu melalui skema baru tersebut, Lemigas bakal tercatat sebagai importir dan Pertamina hanya menyerapnya di dalam negeri.

“Revisi regulasi memang terkait dengan kebutuhan skema khusus untuk memudahkan impor dari Rusia tanpa merusak citra Pertamina yang terikat ketentuan global bond yang mengharuskan mengikuti regulasi finansial internasional,” kata Ishak kepada Bloomberg Technoz, Kamis (29/10/2026).

Anjungan pengeboran minyak Rusia. (Bloomberg)