Logo Bloomberg Technoz

“Tidak ada presiden dalam sejarah Amerika yang pernah memperoleh keuntungan dari jabatannya secara begitu terang-terangan.”

Trump melaporkan pendapatan US$1,4 miliar terkait usaha kripto miliknya, termasuk World Liberty, tahun lalu. Pengungkapan ini menuai reaksi keras dari Partai Demokrat di Kongres dan dianggap sebagai salah satu penyebab gagalnya Clarity Act, yang seharusnya menetapkan aturan struktur pasar untuk industri kripto.

Greenberg menjelaskan, penjualan 49% saham World Liberty senilai US$500 juta kepada sebuah entitas investasi yang didukung oleh seorang anggota keluarga penguasa UEA serta pembelian stablecoin World Liberty oleh dana MGX dari Abu Dhabi untuk mendanai transaksi senilai US$2 miliar bertentangan dengan hukum AS.

Pihak World Liberty mengatakan bahwa tuduhan tersebut “tidak berdasar.”

“World Liberty Financial mematuhi semua undang-undang dan peraturan AS,” kata David Wachsman dalam sebuah pernyataan. “Tidak ada seorang pun di World Liberty Financial yang bekerja untuk pemerintah AS.”

Wakil Gedung Putih mengatakan “tidak ada konflik kepentingan” bagi presiden.

Ilustrasi dukungan Presiden AS Donald Trump atas industri kripto. (Bloomberg)

“Ini adalah gugatan tidak berdasar lainnya yang mengulang narasi usang yang sama yang telah didorong oleh Partai Demokrat terhadap Presiden Trump, keluarganya, dan pemerintahannya selama satu dekade,” kata Anna Kelly.

Greenberg mengajukan gugatan derivatif sebagai pemegang saham individu Circle yang berusaha mendapatkan ganti rugi atas nama perusahaan. Ia mengklaim bahwa para pemegang saham mengalami kerugian finansial akibat World Liberty, yang bersaing dengan Circle di pasar stablecoin.

“Gugatan ini diajukan oleh seorang pemegang saham individu, bukan oleh Circle,” kata juru bicara perusahaan menanggapi gugatan tersebut. “Circle tidak memprakarsai, mengarahkan, mengizinkan, atau berpartisipasi dalam pengajuan gugatan tersebut.”

(bbn)

No more pages