Logo Bloomberg Technoz

KRISIS BBM

Membedah Kesepakatan Solar Trump-Putin: Sahkah Secara Hukum?

News
20 October 2026 13:00

Donald Trump dan Vladimir Putin tiba di konferensi pers di Helsinki, Finlandia, tahun 2018. (Chris Ratcliffe/Bloomberg)
Donald Trump dan Vladimir Putin tiba di konferensi pers di Helsinki, Finlandia, tahun 2018. (Chris Ratcliffe/Bloomberg)

Jimmy Jenkins - Bloomberg News

Bloomberg, Di tengah ancaman hilangnya kendali Partai Republik atas Kongres Amerika Serikat (AS) dalam pemilihan umum 3 November mendatang, Presiden Donald Trump berupaya meredam salah satu sumber utama ketidakpuasan pemilih: tingginya harga bahan bakar.

Dengan menyatakan bahwa penurunan harga bagi rakyat Amerika merupakan “prioritas utama”-nya, Trump mengumumkan melalui media sosial pada 9 Oktober bahwa dia telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Vladimir Putin agar Rusia memasok bahan bakar solar (diesel) ke pasar AS maupun pasar global.


Harga bahan bakar tersebut telah melonjak tajam di AS, terutama akibat konflik yang melibatkan Iran, yang menyebabkan terhambatnya pengiriman produk minyak olahan dari kawasan Teluk Persia.

Harga bahan bakar diesel yang tertera pada pompa bahan bakar di sebuah SPBU di Kodiak, Alaska, AS./Bloomberg-Nathaniel Wilder

Pengumuman Trump ini memicu kekhawatiran di kalangan pemimpin Ukraina dan para pendukungnya—termasuk sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik sendiri—yang berpendapat bahwa pendapatan dari ekspor energi turut mendanai perang Rusia melawan negara tetangganya tersebut.