
Jimmy Jenkins - Bloomberg News
Bloomberg, Di tengah ancaman hilangnya kendali Partai Republik atas Kongres Amerika Serikat (AS) dalam pemilihan umum 3 November mendatang, Presiden Donald Trump berupaya meredam salah satu sumber utama ketidakpuasan pemilih: tingginya harga bahan bakar.
Dengan menyatakan bahwa penurunan harga bagi rakyat Amerika merupakan “prioritas utama”-nya, Trump mengumumkan melalui media sosial pada 9 Oktober bahwa dia telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Vladimir Putin agar Rusia memasok bahan bakar solar (diesel) ke pasar AS maupun pasar global.
Harga bahan bakar tersebut telah melonjak tajam di AS, terutama akibat konflik yang melibatkan Iran, yang menyebabkan terhambatnya pengiriman produk minyak olahan dari kawasan Teluk Persia.
Pengumuman Trump ini memicu kekhawatiran di kalangan pemimpin Ukraina dan para pendukungnya—termasuk sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik sendiri—yang berpendapat bahwa pendapatan dari ekspor energi turut mendanai perang Rusia melawan negara tetangganya tersebut.































