Logo Bloomberg Technoz

Meski indeks tertekan, Phintraco Sekuritas menilai penopang ekonomi domestik tetap terjaga melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menembus Rp262,4 triliun kepada lebih dari 4 juta debitur per 26 Oktober 2026. 

Sebanyak 1,62 juta di antaranya merupakan debitur baru (118% dari target), yang berpotensi menyokong konsumsi serta kinerja sektor perbankan.

"Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah mencapai Rp262,4 triliun kepada lebih dari 4 juta debitur dinilai berpotensi menopang konsumsi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan sektor perbankan dan usaha terkait," ungkap Phintraco Sekuritas.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas mengingatkan investor untuk mencermati sentimen global, seperti hasil pertemuan Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada level 1,25%, serta proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman sebesar 1,1% YoY pada Kuartal III-2026. 

Sejalan dengan analisis tersebut, Mirae Asset Sekuritas mengkonfirmasi dominasi tekanan jual di pasar yang tercermin dari pembentukan candlestick long black closing marubozu. 

Mirae Asset Sekuritas menetapkan titik support IHSG pada level 4.969 dan 4.907, sedangkan resistance berada pada 5.246 dan 5.326. 

Tekanan eksternal terutama dipicu oleh anjloknya harga saham Alphabet sebesar 12,6% akibat kinerja laba yang di bawah ekspektasi pasar, serta ketatnya kebijakan moneter The Fed.

"Secara teknikal, adapun pergerakan IHSG membentuk candlestick long black closing marubozu, yang mengindikasikan bahwa tekanan jual kembali mendominasi pasar," jelas M. Nafan Aji Gusta, CTA, CSA, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya, Jumat (30/10/2026). 

Nafan menambahkan bahwa pelemahan IHSG turut terdorong oleh ketidakpastian klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI serta maraknya arus modal asing yang keluar (net foreign sell YTD mencapai Rp124,68 triliun). 

Meski demikian, penguatan nilai tukar Rupiah ke level Rp18.132/US$ serta stabilnya harga minyak mentah diharapkan menjadi pembatas pelemahan indeks lebih lanjut.

"Namun, selama belum terdapat kepastian mengenai hasil evaluasi MSCI, para pelaku investor berpotensi tetap menerapkan strategi defensif," ujar Nafan.

Sebagai langkah antisipasi terhadap tingginya volatilitas pasar, Mirae Asset Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk mengutamakan manajemen risiko dan berfokus pada saham-saham bersaham fundamental kokoh.

"Fokus pada saham-saham pilihan dengan fundamental yang solid; fokus pada saham-saham yang dinilai undervalued; fokus pada saham-saham yang menunjukkan indikasi pembalikan arah (reversal); serta menerapkan manajemen risiko secara disiplin," pungkas Nafan.

Adapun, untuk perdagangan Jumat ini, Mirae Asset Sekuritas menyodorkan saham PWON, UNVR, dan CMRY sebagai pilihan saham yang layak dicermati investor. Adapun saham yang menjadi perhatian dalam rekomendasi perdagangan dari Phintraco Sekuritas adalah DSSA, TPIA, ULTJ, MYOR, TPIA, dan KLBF.

(dhf)

No more pages