Logo Bloomberg Technoz

Kata Analis Soal Indonesia Akan Tentukan Rating Bursa Sendiri

Merinda Faradianti
25 October 2026 14:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta mengatakan Indonesia tak bisa serta-merta menentukan klasifikasi pasar modalnya sendiri menggantikan penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI), meski memiliki kedaulatan mengatur dan mengembangkan bursa domestik.

Pasalnya, klasifikasi MSCI ditentukan secara independen berdasarkan metodologi dan persepsi investor global.

"Secara prinsip, Indonesia memiliki kedaulatan untuk mengatur dan mengembangkan pasar modalnya sendiri, termasuk menentukan standar, regulasi, serta indikator keberhasilan bursa," kata Nafan kepada Bloomberg Technoz, Minggu (25/10/2026).


"Namun, klasifikasi pasar MSCI merupakan penilaian independen berdasarkan metodologi dan persepsi investor global. Jadi, Indonesia tidak bisa menentukan atau menggantikan klasifikasi tersebut secara sepihak," tambahnya.

Pernyataan tersebut menanggapi wacana Indonesia untuk menentukan peringkat bursa sendiri setelah MSCI membuka konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.