Logo Bloomberg Technoz

Apabila tembus support tersebut, harga saham RANS bisa saja menuju Rp100/saham, bahkan mencapai di bawah Rp90/saham. Ada pula risiko menuju Rp80/saham sebagai titik cut loss bila ARB terus berlanjut.

Salah satu sebab tertekannya saham RANS adalah keputusan Trimegah Sekuritas, yang juga merupakan Penjamin Emisi Efek saat IPO, gencar melangsungkan aksi jual yang signifikan. Trimegah terungkap menempati urutan pertama dalam daftar top net sell.

Adapun harga rata-rata dari transaksi jual broker tersebut ada di Rp225/saham. Net value atau transaksi jual bersih melalui Trimegah Sekuritas mencapai lebih dari Rp204 miliar.

Sentimen lainnya adalah penurunan kinerja fundamental. Pada semester I-2026, pendapatan tercatat Rp149 miliar. Turun drastis 13% lebih dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, penurunan pendapatan terjadi di dua lini bisnis utama RANS. Pertama adalah segmen hiburan dan lifestyle yang turun 10%. Kedua dari penjualan produk seperti makanan, minuman, dan kecantikan yang ambruk 20%. 

Dari sisi valuasi, dua analis menilai saham RANS terbilang premium (overvalued) dibanding dengan rata-rata peers. Panin Sekuritas menilai valuasi RANS mencerminkan Price-Earnings Ratio (P/E) PER 28-35 kali saat IPO. Sedangkan peers ada di 18,7 kali.

“Menurut kami, valuasi ini premium berbasis kinerja historis dengan aktivitas bisnis masih bergantung pada talent utama,” mengutip kajian Equity Research Analyst Panin Sekuritas Sarkia Adelia.

Senada dengan yang dipaparkan Semesta Research, yang menganalisis Price-Book Value (P/B) RANS di 6,3 kali. Lebih tinggi dibanding dengan rata-rata industri yaitu 5,8x.

“Perbandingan harga terhadap laba atau P/E RANS menunjukkan valuasi yang relatif premium mencapai 37,8 kali,” tulis Semesta Research dari PT Semesta Indovest Sekuritas.

(fad/aji)

No more pages