Pemerintah juga berupaya memperkuat kepercayaan dunia usaha dan mengatasi berbagai hambatan pertumbuhan ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, Dradjad mengajak investor domestik untuk lebih percaya diri terhadap fundamental perekonomian dan pasar modal Indonesia.
Ia juga mendorong investasi dan perdagangan agar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, bukan sekadar mempertahankan momentum yang telah terbentuk.
Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank Eddie Sajoga mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus mendampingi nasabah menghadapi perubahan kebutuhan dan dinamika kehidupan.
“Wealth Wisdom telah menjadi bagian dari perjalanan kami untuk terus bertumbuh bersama nasabah di tengah berbagai perubahan dan dinamika kehidupan. Melalui edukasi dan pendampingan yang relevan, kami ingin membangun hubungan yang bermakna, memahami kebutuhan nasabah yang terus berkembang, dan hadir sebagai mitra di setiap tahap perjalanan kehidupan nasabah.”
Wealth Wisdom Hadirkan 16 Kelas di Tujuh Kota
Wealth Wisdom 2026 diselenggarakan di Semarang, Makassar, Bali, Medan, Bandung, Surabaya, dan Jakarta. Setiap kota menghadirkan pembahasan yang beragam, mulai dari ketangguhan finansial, pengembangan bisnis, kesehatan, hingga persiapan generasi penerus.
Sebagai kota penutup, Jakarta menghadirkan empat kelas yang membahas sejumlah aspek penting dalam pengelolaan kekayaan. Salah satunya, “Navigating Indonesia’s Next Chapter”, yang mengulas perkembangan ekonomi dan investasi bersama Dino Patti Djalal, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat; Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank; serta Lai Eu-Roy, Head of Investment, Eastspring Al-Wara’ Investments.
Kelas “Leading with Integrity & Purpose” menghadirkan Yozua Makes, Founder & CEO Plataran Indonesia. Sesi ini membahas perspektif kepemimpinan yang berlandaskan integritas dan tujuan, terutama dalam menghadapi tantangan serta perubahan dunia usaha.
Sementara itu, kelas “Investing in Health & Well-being” menghadirkan dr. Gia Pratama, dokter dan penulis, bersama dr. Tengku Raya Sharin, Operations Group Head PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life). Diskusi tersebut mengangkat pentingnya kesehatan dan perlindungan sebagai bagian dari kesejahteraan jangka panjang.
Adapun kelas “Expanding Wealth & Influence Through Networks” menghadirkan Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia periode 2014-2019 sekaligus Founder Susi Air, serta Arief Wana, Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. Keduanya berbagi perspektif mengenai peran jejaring, pengembangan bisnis, dan peluang pertumbuhan.
Keseluruhan rangkaian program mengacu pada enam pilar, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments. Keenam pilar tersebut menjadi kerangka untuk memahami kekayaan secara lebih menyeluruh, mulai dari kebiasaan finansial dan tujuan hidup hingga kesehatan, hubungan sosial, kontribusi kepada masyarakat, serta pengalaman bermakna.
Di Jakarta, Permata Bank juga menghadirkan Wealth Bazaar, Permata Bank Experience Corner, dan Sustainability Corner. Berbagai fasilitas tersebut memperkenalkan layanan serta inisiatif perusahaan kepada peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Eddie menambahkan bahwa kebutuhan pengelolaan kekayaan terus berkembang seiring perubahan prioritas dan tahapan kehidupan nasabah. Oleh karena itu, layanan wealth management perlu memperhatikan lebih dari sekadar peningkatan nilai aset.
“Kami melihat kebutuhan pengelolaan kekayaan semakin beragam seiring perubahan prioritas dan tahap kehidupan nasabah. Karena itu wealth management tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana menjaga nilai kekayaan, mengelola risiko, serta mempersiapkan kebutuhan keluarga, bisnis, dan generasi berikutnya. Melalui Wealth Wisdom 2026, kami ingin membantu nasabah memperluas perspektif agar keputusan finansial tetap selaras dengan prioritas hidup dan tujuan jangka panjang mereka.”
Perkuat Layanan Wealth Management Personal
Untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin beragam, Permata Bank menggabungkan pendampingan personal melalui Relationship Manager (RM) dengan dukungan teknologi digital. Pendekatan ini diarahkan agar layanan dapat disesuaikan dengan profil risiko, prioritas, dan tujuan finansial setiap nasabah.
Salah satu layanan yang ditawarkan adalah Digital Transaction Assistance (DiTA), yakni layanan transaksi investasi berbasis hybrid yang memadukan pendampingan RM dengan otorisasi digital langsung oleh nasabah.
Melalui DiTA, nasabah dapat memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan sekaligus menjalankan transaksi secara lebih fleksibel dan praktis. Perpaduan layanan personal dan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menyesuaikan layanan dengan perkembangan kebutuhan pengelolaan kekayaan.
Selain mendukung kebutuhan finansial nasabah saat ini, Permata Bank juga memberikan perhatian terhadap kesiapan generasi penerus. Upaya ini diwujudkan melalui Future Leaders Journey Shanghai 2026 dalam program Permata Masa Depan.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada putra-putri nasabah Private dan Priority berusia 15 hingga 25 tahun yang memenuhi ketentuan untuk memperluas wawasan global di bidang pendidikan, bisnis, dan kepemimpinan.
Peserta dijadwalkan mengikuti kunjungan edukatif ke Fudan University, Shanghai Normal University, dan Xi’an Jiaotong-Liverpool University. Program ini juga mencakup kunjungan bisnis ke Alibaba dan Bangkok Bank di Shanghai.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif generasi muda dalam memahami perkembangan dunia usaha dan pendidikan. Selain itu, program ini diarahkan untuk membangun kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan masa depan dan menjaga keberlanjutan kekayaan keluarga.
Penutupan Wealth Wisdom 2026 menegaskan pendekatan Permata Bank dalam mendampingi nasabah melalui edukasi, layanan personal, dan solusi yang adaptif. Melalui program tersebut, perusahaan berupaya memperluas pemahaman nasabah mengenai pengelolaan kekayaan yang mempertimbangkan aspek finansial maupun kualitas hidup.
Sejalan dengan semangat “Growing Together Through Changes”, Permata Bank menempatkan pendampingan nasabah sebagai bagian dari perjalanan jangka panjang. Tujuannya tidak hanya membantu menjaga dan mengembangkan aset, tetapi juga mendukung kesiapan keluarga, keberlanjutan bisnis, serta perencanaan kekayaan bagi generasi berikutnya.































