Logo Bloomberg Technoz

ELSA juga membukukan pendapatan lain-lain neto sebesar Rp36,27 miliar, meningkat dibandingkan Rp16,19 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Kombinasi kenaikan laba bruto, penurunan beban umum dan administrasi, serta penyusutan beban keuangan mendorong laba sebelum pajak penghasilan Elnusa meningkat menjadi Rp828,17 miliar dari Rp669,1 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp146,62 miliar dan pajak final Rp16,71 miliar, laba periode berjalan Elnusa mencapai Rp681,55 miliar, dibandingkan Rp526,56 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Laba per saham perseroan turut meningkat menjadi Rp93,38 dari Rp72,15. Perhitungan tersebut menggunakan jumlah rata-rata tertimbang saham sebanyak 7,3 miliar saham.

Dari sisi lini bisnis, penjualan barang serta jasa distribusi dan logistik energi menjadi kontributor terbesar pendapatan eksternal perseroan, yakni Rp7,59 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan Rp6,14 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan dari jasa hulu migas terintegrasi mencapai Rp3,61 triliun, naik dari Rp3,21 triliun. Sementara itu, pendapatan jasa penunjang migas turun menjadi Rp931,62 miliar dari Rp1,13 triliun.

Berdasarkan kelompok pelanggan, pendapatan dari pihak berelasi mencapai Rp9,75 triliun, meningkat dibandingkan Rp8,18 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Adapun pendapatan dari pihak ketiga tercatat sebesar Rp2,38 triliun, naik dari Rp2,3 triliun.

PT Pertamina Patra Niaga menjadi pelanggan dengan kontribusi terbesar, yakni Rp5,35 triliun atau 44,1% dari total pendapatan Elnusa. Nilai tersebut meningkat dibandingkan Rp4,17 triliun atau 39,8% dari total pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan dari PT Pertamina EP mencapai Rp1,36 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,01 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Dari sisi neraca, total aset Elnusa mencapai Rp11,77 triliun per 30 September 2026, meningkat dibandingkan Rp10,96 triliun pada akhir Desember 2025. Total liabilitas tercatat sebesar Rp6,11 triliun, sementara total ekuitas mencapai Rp5,67 triliun.

Adapun kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar Rp2,13 triliun pada akhir September 2026, turun dibandingkan Rp2,7 triliun pada akhir 2025.

(dhf)

No more pages