Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Tembus US$100/Barel, Emiten Migas Ikut ‘Ngegas’

Muhammad Julian Fadli
09 September 2026 17:18

Siswa beridiri di depan layar pergerakan perdagangan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa beridiri di depan layar pergerakan perdagangan saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kenaikan harga minyak mentah dunia di pasar hingga menembus US$100/barel berhasil mendorong performa saham energi, terutama saham–saham minyak dan gas (migas) pada Rabu (9/9/2026).

Indeks sektor energi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 0,76%. Ini membuat sektor energi menjadi salah satu yang mengalami kenaikan terbaiknya saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah tertekan 0,12% di posisi 6.678.

Hari ini, Rabu (9/9/2026), harga minyak dunia lanjut melesat. Harga minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) meroket masing-masing 4,57% dan 4,14% point–to–point hingga mencapai US$100,68/barel dan US$95,25/barel. Ini menjadi posisi tertinggi yang ketiga kalinya bagi Brent berada di atas US$100/barel.

Kenaikan Harga Minyak Brent Tembus US$100 (Bloomberg)

Laju kenaikan harga minyak mentah dunia didorong oleh ketegangan di Timur Tengah yang terus memanas, hingga berlanjut lumpuhnya jalur pelayaran di Selat Hormuz. Manuver saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mengangkat harga acuan minyak mentah global tersebut.

Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Komando Pusat (US Central Command) AS menyatakan militer AS telah menghancurkan lima kapal tanker Iran yang mengangkut minyak mentah sebagai balasan atas upaya serangan rudal balistik terhadap kapal perang Angkatan Laut AS pada malam sebelumnya.