Rupiah Buka Perdagangan Spot di Rp18.138/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
27 October 2026 09:21

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan Selasa (27/10/2026), dengan pelemahan terbatas 0,08% ke Rp18.138/US$, di tengah tekanan aksi jual pada pasar saham dan obligasi.
Melansir data Bloomberg, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka turun 0,28% ke posisi 5.357,96. Sementara di pasar obligasi, tekanan jual masih berlanjut ditambah dengan adanya inversi yield. Imbal hasil obligasi pemerintah tenot 10 tahun yang menjadi acuan lebih rendah di 7,49% ketimbang yield 8-9 tahun yang berada di kisaran 7,5-7,52%.
Tekanan dari harga minyak sejatinya relatif mereda hari ini. Harga minyak Brent berada di US$114,8/barel, terpangkas 0,87%. Sementara, dari pasar obligasi global, yield US Treasury turun 1,8 basis poin (bps) ke 4,97%, menyusul meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS).
Bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) diperkirakan menahan suku bunga acuannya di 3,75-4%, meredakan sentimen hawkish yang berkembang di pasar.
Dari sisi eksternal, peluang penguatan rupiah masih terbatas meski harga minyak mentah terkoreksi dan imbal hasil US Treasury turun. Sebab, indeksi dolar AS sempat menguat ke 101,95, menunjukkan permintaan terhadap dolar masih bertahan.






























