“Jadi kami akan terus memperkuat di sistem pembayaran kita ini yang tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara memperlancar transaksi yang terjadi,” katanya.
Sebelumnya BI melaporkan pertumbuhan transaksi ekonomi digital masih mencatatkan pertumbuhan pada kuartal III-2026, termasuk transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
“Transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 75,80% (yoy), didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant masing-masing menjadi sebesar 70,6 juta dan 49,4 juta,” kata Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Rabu (21/10/2026).
Angka tersebut melambat apabila dibandingkan dengan capaian pertumbuhan di kuartal III-2025 yang mencatat pertumbuhan sebesar 147,65% (yoy) dan di kuartal II-2026 yang mencapai 100,12%.
Sementara itu, BI juga melaporkan bahwa volume transaksi pembayaran digital mencapai 18,09 miliar transaksi atau tumbuh 39,24% (yoy) pada triwulan III 2026.
(ell)































