Morgan Stanley: Saham China Masih Bisa Turun 15%
News
26 October 2026 11:30

Bloomberg News
Bloomberg, Saham China diperkirakan masih akan mengalami penurunan sebelum valuasinya mencapai titik terendah, menurut Morgan Stanley, di tengah lemahnya kondisi makroekonomi dan momentum konsumsi yang terus menekan sentimen pasar.
Saham China yang diperdagangkan di luar negeri berpotensi turun 10%-15% lagi sebelum mencapai level valuasi historis sekitar delapan kali estimasi laba untuk 12 bulan ke depan (12-month forward earnings), menurut analis Morgan Stanley, termasuk Laura Wang, dalam catatan tertanggal Minggu. Saham yang tercatat di bursa daratan China diperkirakan mengalami penurunan valuasi serupa, menjadi sekitar 10-11 kali estimasi laba ke depan.
“Kekhawatiran mengenai aksi jual akibat pajak atas aset dalam skema perwalian (trust tax), tekanan terhadap sektor e-commerce, pelemahan makroekonomi, serta volatilitas pasar global yang tinggi telah mempercepat koreksi pasar China,” tulis mereka.
“Perkembangan tambahan selama dua pekan terakhir semakin memperburuk momentum negatif tersebut.”






























