Logo Bloomberg Technoz

MINYAK & GAS

Pangkas Gas Singapura, RI Dinilai Kirim Sinyal Politik Kuat

Sabrina Mulia Rhamadanty
26 October 2026 12:10

Sistem kompresor gas di pipa gas Williams Transco di Houston, Texas, AS. (Antranik Tavitian/Bloomberg)
Sistem kompresor gas di pipa gas Williams Transco di Houston, Texas, AS. (Antranik Tavitian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan kebijakan pemangkasan volume gas ekspor ke Singapura dinilai membawa sinyal politik yang jauh lebih besar ketimbang dampak ekonominya semata.

Yusuf menyoroti kebijakan ini diambil di tengah dinamika hubungan bilateral kedua negara yang belakangan ini diwarnai sejumlah isu sensitif. Rentetan ketegangan antarnegara sempat mencuat, mulai dari isu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga polemik keterlibatan investor Singapura pada indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Urutan peristiwa ini membuat pemangkasan gas sulit dipisahkan sepenuhnya dari dinamika politik tersebut, walaupun pemerintah secara resmi menyebutnya sebagai upaya memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujar Yusuf saat dihubungi Bloomberg Technoz, Senin (26/10/2026). 


Menurutnya, eskalasi hubungan tersebut kian terasa menyusul pernyataan tegas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut bakal mengevaluasi kontrak dengan negara yang dianggap tidak menghargai Indonesia.

"Ditambah adanya pernyataan dari Pak Bahlil soal evaluasi ekspor gas ke Singapura," tambahnya.

Jalur pipa gas untuk mengalirkan gas alam./Bloomberg-Victor J. Blue