“Dan saat ini transaksinya sudah mencapai sekitar US$55 miliar padahal tahun lalu itu baru sekitar US$25 miliar,” katanya. Transaksi ini menurut Destry kebanyakan berasal dari China.
Ia menambahkan, dengan adanya diversifikasi dari penggunaan mata uang untuk transaksi ekspor, impor ataupun investasi, penggunaan US$ akan menjadi berkurang sehingga dapat lebih menyeimbangkan nilai tukar.
Sebelumnya pada September lalu, BI resmi menjajaki penerapan QRIS cross border atau QRIS Antarnegara dengan Timor Leste dan Hong Kong.
Untuk diketahui, penggunaan QRIS Antarnegara telah mencakup beberapa negara di Asia mulai dari di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China.
(ell)
No more pages






























